Abu Paya Pasi; Ulama Karismatik dan Pendiri Dayah Bustanul Huda Paya Pasi

Abu Paya Pasi; Ulama Karismatik dan Pendiri Dayah Bustanul Huda Paya Pasi
Foto/Dok. Penulis

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Darul Huda Lhoknibong, beliau mendirikan Dayah Bustanul Huda di Desa Alue Cek Doi, desa yang menuju ke Paya Pasi, sehingga masyarakat Aceh mengenal beliau dengan sebutan Abu Paya Pasi. Nama asli beliau adalah Abu Teungku Muhammad Ali bin Teungku Abdul Muthalib, beliau lahir di Desa Alue Dama salah satu desa di Aceh Utara. Mengawali masa belajarnya Abu Paya Pasi memulai kajian keilmuannya kepada orang tuanya Teungku Haji Abdul Muthalib yang alim dan memahami agama. Setelah dibekali berbagai keilmuan dari sang ayah, pada tahun 1970 mulai beliau merantau untuk menimba ilmu di berbagai dayah Aceh hingga dua puluh tahun lamanya.

Dayah yang pertama beliau tuju adalah Dayah Kruet Lintang yang dipimpin oleh Abu Muhammad Yusuf Kruet Lintang atau dikenal dengan Abu Kruet Lintang, mertuanya Abu Abdullah Kruet Lintang. Abu Kruet Lintang adalah ulama yang pernah belajar kepada Abu Cot Pling Bayu dan Abu Krueng Kalee serta ulama lainnya. Selama empat tahun Abu Paya Pasi belajar di Dayah Kruet Lintang telah mengantarkan Abu Paya menjadi seorang teungku muda yang alim.

Rentang 1974 sampai 1976 Abu Paya Pasi mulai mengajar di Dayah Darussa’adah cabang Julok bersama pimpinan Dayah tersebut Teungku Haji Kamaruddin. Walaupun beliau sudah menjadi asisten teungku dayah, namun beliau merasa ilmunya masih dangkal, hingga mengantarkannya untuk berguru ke Dayah Malikussaleh Panton Labu yang dipimpin oleh Abu Ibrahim Bardan Panton sekitar tahun 1976. Dayah Panton pada tahun 1976 baru mulai dirintis oleh Abu Panton sepulang belajar dari Dayah Mudi Mesra Samalanga yang dipimpin Abon Samalanga. Abu Panton belajar mengajar di Samalanga selama sepuluh tahun dan di antara murid Abu Panton adalah Abu Mudi Samalanga dan Waled Nuruzzahri Samalanga. Selain di Samalanga Abu Panton juga pernah belajar kepada Abu Muhammad Thaib Matang Geutho Idi Cut.

Baca Juga: Syekh Abdul Karim al-Bantani; Mursyid Terekat dan Pejuang Kemerdekaan

Di Panton, Abu Paya Pasi menetap lebih dari satu tahun. Pada tahun 1978, Abu Paya melanjutkan kajian keilmuannya kepada ulama dan lulusan Mudi Mesra Samalanga Abu Muhammad Daud Ahmad Lhoknibong atau yang dikenal dengan Abu Lhoknibong. Abu Daud Lhoknibong adalah ulama dan guru senior Dayah Mudi Mesra Samalanga pada masa Abon Samalanga, dan hampir seluruh ulama lulusan Samalanga pernah belajar kepada Abu Lhoknibong.

Selama lebih kurang dua belas tahun Abu Paya Pasi belajar di Dayah Darul Huda Lhueng Angen terhitung tahun 1978 sampai 1990. Jika ditambah dengan masa beliau belajar dan mengajar di tempat lain beliau telah belajar selama dua puluh tahun. Tentu dua puluh tahun masa yang cukup bagi Abu Paya Pasi untuk menjadi seorang ulama yang mendalam ilmunya. Selain alim dan rasikh dalam memahami kitab kuning, beliau juga dikenal saleh. Hampir setiap bulan Ramadhan Abu Paya Pasi memfokuskan dirinya dengan suluk dan khalut. Berbagai tarekat beliau peroleh dan diijazahkan oleh guru-gurunnya seperti ijazah tarekat dari Abu Seulimum dan Abu Kuta Krueng.

Setelah menjadi seorang yang alim dan rasikh, pada tahun 1991 beliau, Teungku H. Abdul Muthalib dan Teungku H. Ibrahim mendirikan sebuah dayah di Alue Cek Doi Aceh Timur. Dayah ini kemudian dikenal dengan Dayah Bustanul Huda, sebuah dayah besar di wilayah Timur Aceh yang santrinya mencapai ribuan. Dan Dayah Bustanul Huda pun memiliki lebih dari lima puluh cabang seluruh Aceh.

Selain sebagai ulama yang memimpin dayah, Abu Paya Pasi juga sekarang dipercayakan sebagai salah satu Majelis Syuyukh MPU Aceh bersama beberapa ulama kharismatik lainnya seperti Abu Tu Min Blang Blahdeh, Abu Kuta Krueng, Abu Keumala, Abu Mustafa Habli Meulaboh dan almarhum Abon Kota Fajar.

Selain itu, Abu Paya Pasi juga ulama yang menginisiasi muzakarah ulama Aceh bersama unsur Pemerintah Aceh Timur terutama Bupati Aceh Timur. Beberapa kali muzakarah ulama Aceh diadakan di Dayah Bustanul Huda Alue Cek Doi menjadi sunnah hasanah yang diikuti oleh dayah-dayah yang lain. Dan menariknya muzakarah tersebut dihadiri oleh hampir seluruh ulama karismatik seluruh Aceh termasuk Abu Tumin Blang Blahdeh. Tentu dengan kiprah yang luas tersebut, Abu Paya Pasi telah mengajarkan masyarakat untuk terus menerus mencintai ilmu pengetahuan. Walaupun beliau alim tasawuf, beliau juga ikut andil dan terlibat aktif dalam muzakarah yang diadakan. Beliau adalah ulama yang mencintai ilmu dan mengamalkannya.

Baca Juga: Buya Siradjuddin Abbas; Ulama Penulis dan Pemimpin Besar PERTI

Dalam sebuah unggahan video You Tube, dalam salah satu pengajian yang dilaksanakan, Abu Paya Pasi menjelaskan sanad keilmuan beliau hingga sampai ke Rasulullah Saw. Dan menariknya sanad keilmuan tersebut beliau hafal dengan baik dan beliau menjelaskan satu persatu tokoh ulama yang ada dalam sanad keilmuan beliau hingga sampai ke Sahabat Rasulullah Abdullah Ibn Umar Bin Khattab. Karena kebaikan dan kesalehan yang melekat pada dirinya, Abu Paya Pasi sering dimohon doanya.[] Hafidhahullah.

Nurkhalis Mukhtar El-Sakandary
Nurkhalis Mukhtar El-Sakandary 38 Articles
Ketua STAI al Washliyah Banda Aceh; Pengampu Pengajian Rutin TAFITAS Aceh; dan Penulis Buku Membumikan Fatwa Ulama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*