Saat ini situs judi slot online deposit dana adalah salah satu permainan yang sangat di minati di Indonesia.

Pertama sekali bila anda ingin merasakan mudahkan memperoleh uang dari nwmedicaltraininggroup tentus aja anda sangat di sarankan untuk bermain pada permainan kakek ya gengs.

Antara Ijma’, Ittifaq dan Ikhtilaf

Antara Ijma', Ittifaq dan Ikhtilaf

Mengambil pendapat yang berbeda dengan ijma’, bisa dihukumi KAFIR, seperti yang mengingkari wajibnya salat. Namun bisa pula sebatas dihukumi FASIK (seperti yang mengingkari kebolehan mengusap khuff).

Mengambil pendapat yang berbeda dengan ittifaaq, maka ia SYADZ. Namun tidak boleh ditahzir keras, diwaspadai saja. Contohnya adalah mengambil pendapat yang menyatakan bahwa basmalah tak perlu dibaca saat salat (‘dibaca’, bukan ‘dijaharkan’), ataupun talak berkali-kali dalam satu majlis cuma terhitung talak satu.

Mengambil pendapat yang khilafiyah itu BIASA, bahkan meskipun bukan mazhab negeri. Contohnya bahwa suami istri bersentuhan kulit wudunya tidak batal, subuh tidak perlu qunut, arisan itu haram, minyak bumi itu najis dan seterusnya.

Baca juga: Bagaimana “Ijtihad” Ulama-ulama Al-Azhar dan Indonesia di Bidang Kurikulum Pelajaran Agama?


Terkadang, ada perkara yang hukumnya mujma’ alaih, namun bagian di dalamnya mukhtalaf fiih.

Contoh :

  • Salat itu wajib secara ijma’, namun membaca membaca basmalah hukumnya khilafiyah.
  • Makanan yang menjijikkan dan merusak itu haram secara ijma’, namun bekicot dan penyedap dalam mie instan hukumnya khilafiyah.
  • Riba itu haram secara ijma’, namun penambahan nilai utang jangka panjang dengan mempertimbangkan inflasi mata uang, hukumnya khilafiyah.

Tahzir dalam masalah khilafiyah itu terlarang, meskipun MUI contohnya, sebagai rujukan fatwa muktabar di Indonesia telah mengambil sikap. Contoh :

  • MUI mengeluarkan fatwa bahwa rokok tidak haram secara mutlak.
  • MUI mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin.
  • MUI mengeluarkan fatwa tentang wajibnya zakat penghasilan, perikanan dan jasa.

Apakah tokoh yang mengambil pendapat berbeda dengan MUI bisa disebut fasik sehingga ditahzir? Allahul musta’aan.

Baca Juga: Ada Banyak Khilaf Ulama dalam Buku-buku Perbandingan Mazhab, Apakah Semua Boleh Difatwakan


Ada qath’i, ada zhanni. Ada tsubut, ada dilalah. Ada ijma’, ada ittifaq dan ada ikhtilaf. Andai ini sudah didudukkan tentu banyak permasalahan umat yang terselesaikan.

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik..


PS :

  • Kepada para mubaligh, jangan sampai malah kita yang memancing awam untuk membenci ulama dengan sebab ketidakbijakan kita dalam menyampaikan ilmu. Mari kita baca tentang nasib seorang alim luar biasa, namun diberi ‘hukuman’ ketika wafat sebab ia mencela Imam Nawawi.
  • Muamalah itu memiliki skop yang lebih dinamis dan lapang dari pada ibadah. Produk kontemporer juga demikian. Maka sangat ganjil jika ada yang menerima khilafiyah masalah mengqadha salat dan batasan aurat, namun anti khilafiyah saat membahas kehalalan deposito, trading ataupun syarth jaza`i.
  • Yang tidak paham maksud term-term yang termaktub di atas, baiknya jangan banyak bicara, tapi harus banyak belajar.
Fakhry Emil Habib
Researcher Usul Fikih, Dirasat Ulya, Universitas al-Azhar