Bagaimana Hukum Berpuasa bagi Supir Angkutan Jarak Jauh?

Hukum Berpuasa bagi Supir Angkutan Jarak Jauh
Ilustrasi/Dok.republika.co.id

Bagaimana Hukum Berpuasa bagi Supir Angkutan Jarak Jauh?

Assalamualaikum,

Izinkan saya bertanya, bagaimana hukumnya berpuasa bagi supir angkutan jarak jauh?

Rio, dari Santur, Sawahlunto

Waalaikumsalam

Secaraumum, musafir (orang yang sedang dalam perjalanan) diperbolehkan untuk tidak berpuasa dengan dalil Q.S. Al-Baqarah: 184.

Namun para ulama menyaratkan bahwa musafir yang dimaksud di sini adalah mereka yang melengkapi tiga syarat. Tiga syarat itu seperti jarak perjalanannya lebih dari 16 farsakh (83 km kurang lebih), perjalanan tersebut sudah dimulai sejak pagi hari (sebelum subuh) dan mereka mempunyai waktu untuk menetap di suatu tempat tertentu untuk mengqadha puasanya.

Berdasarkan syarat tersebut, maka seorang sopir jarak jauh sejatinya tidak memenuhi syarat untuk tidak berpuasa karena mereka tidak akan mempunyai waktu khusus untuk menetap di suatu tempat untuk mengqadha puasa yang ditinggalkannya.

Oleh sebab itu, mayoritas ulama tetap mewajibkan supir seperti ini untuk tetap berpuasa. Namun jika dengan berpuasa akan membahayakan diri dan penumpang yang dibawanya, maka ia diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan wajib mengqadhanya di waktu yang mungkin dia lakukan. []

AllahuA’lam.

Yunal Isra


Untuk Ramadan kali ini tim redaksi tarbiyahislamiyah.id menerima pertanyaan-pertanyaan pembaca seputar Ramadan. Pertanyaannya singkat, padat dan jelas serta dilengkapi identitas diri dan kontak person. Nantinya pertanyaan itu akan dijawab oleh ustad yang ahli di bidangnya. Pertanyaan dapat dikirim ke email: redaksi.tarbiyahislamiyah@gmail.com


Bagaimana Hukum Berpuasa bagi Supir Angkutan Jarak Jauh?

Yunal Isra
Yunal Isra 36 Articles
Alumni MTI Canduang, Pengajar di Darus-Sunnah, dan Peneliti di El-Bukhari Institute

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*