Cahaya Bukan Kompas

Cahaya Bukan Kompas
Ilustrasi @markruler/Dok. https://unsplash.com/photos/U-NvDTd3uHc

Cahaya Bukan Kompas Cahaya Bukan Kompas

Oleh: Siti Fatimah
—————–

Ia hidup
Seperti manusia lain
Bernapas, bergerak, beradaptasi
Untuk berpijak pada dunia baru
Sama saja
Ia tumbuh dan berkembang

Ia berpegang pada kompas
Sebagai tumpu kehidupan
Menjalani hari demi hari
Menikmati manisnya warna-warni
Bahagia selalu
Tak mengenal sendu

Suatu ketika
Kompas itu pergi
Tanpa berpaling
Hilang bagai ditelan angin

Sesak
Resah
Air terasa mengisi dadanya
Tiba-tiba
Tak tahu, harus berbuat apa

Bagaikan ikan
yang hidup di air
Tapi ia ikan yang tak pandai berenang
Siripnya kaku, seperti batu

Ia perlahan ditarik
Jatuh ke bawah
Meninggalkan dunia penuh warna
Di atas sana

Sendirian
Tak ada rasa
Apalagi warna
Hanya gelap
yang menghiasi mata

Hingga ia berharap
jadi batu saja
yang tak perlu bergerak
apalagi merasa

Ternyata
Sebuah cahaya tiba
Turun dari langit
Berpijar indah
Dari atas sana

Seperti mimpi
Cahaya membawanya pergi
Berdiri, dengan kaki sendiri

Cahaya tak menjadi tumpuan
Ia datang, menjadi teman
Sekaligus panduan
Karna cahaya
sedekat urat nadi

Baca Juga: Puisi-puisi Fitri Yanti

Siti Fatimah
Siti Fatimah 2 Articles
Lahir: Banjarmasin, 28 Februari 2000 dari Kalimantan Selatan. Perempuan yang hobi membaca dan mendengarkan musik. Saat ini sebagai mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat dan pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sebelumnya bersekolah di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin, SMPN 8 Banjarmasin, SMAN 9 Banjarmasin. Motto hidup: Membaca dan pelajari ilmu pengetahuan yang ada sebanyak mungkin dan tak lupa minta temani dengan ahlinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*