Dari Silaturrahmi ke Lukisan Syekh Abdurrahman al-Khalidi Kumango

Dari Silaturrahmi ke Lukisan Syekh Abdurrahman al-Khalidi Kumango

Syekh Abdurrahman al-Khalidi

Alhamdulillah kemarin dapat kembali menjalin silaturahmi dengan keturunan-keturunan Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim. Suatu hal yang saya sangat senang sekali dapat melihat apalagi menyentuh sekaligus bersalaman dengan berharap keberkahan.

Pertama saya mendatangi anak ke 3 dari Syekh H. Abdul Malik yakni Ibu Wirmis (75 tahun). Mendengarkan cerita dari beliau saja menetes air mata ini. Kondisi ibu Wirmis sendiri sangat memprihatinkan dikarenakan beliau yang sudah sulit untuk berdiri. Untuk berpindah tempat saja beliau butuh bantuan. Dan mata beliau sebelahpun bermasalah. Saya sempat juga berbicara juga dengan beberapa anak beliau.

Foto Ibu Wirmis anak ke 3 Syekh H. Abdul Malik

Selepas dari rumah Ibu Warmis saya menuju ke kediaman Buya H. Hadis Lathif (82 tahun). Buya H. Hadis Lathif sendiri merupakan anak dari pasangan Hajjah Jawahir dan Syekh Abdul lathif. Hajjah Jawahir sendiri merupakan putri pertama Syekh Mudo Abdul Qadim. Sedangkan Syekh H. Abdul Lathif sendiri merupakan menantu sekaligus murid kesayangan Syekh Mudo Abdul Qadim.

Foto Buya Hadis Lathif

Namun ada yang menarik ternyata tentang beliau Syekh Abdul Lathif. Beliau pernah berdebat atau boleh dikatakan beliau tidak setuju dengan Tarekat Naqsyabandiah. Pada akhirnya beliau berdebat dengan Syekh Mudo Abdul Qadim tentang persoalan itu.

Baca Juga: Surau Gadang Maulana Syekh Abdurrahman al-Khalidi al-Naqsyabandi Batuhampar Payakumbuh

Namun, sebelum perdebatan itu dilangsungkan, Syekh Mudopun membuat kesepakatan dengan beliau. Isi kesepakatanya; jika Syekh Abdul Lathif kalah, Syekh Abdul Lathif harus mengikuti Syekh Mudo, dan jika Syekh Mudo kalah Syekh Mudo akan mengikuti Syekh Abdul Lathif tapi apalah daya dengan ke aliman Syekh Mudo dengan wawasan pengamalan Tarekat Syekh Mudo yang sangat dalam, Syekh Abdul Lathifpun kalah dan bersedia mengikuti Syekh Mudo Abdul Qadim.

Foto Hajjah Jawahir Putri pertama Syekh Mudo Abdul Qadim

Dikarenakan  keuletan dan ke Tawadhu’ an Syekh Abdul Lathif beliaupun menjadi murid kesayangan Syekh Mudo Abdul Qadim dan Syekh Mudopun menjadikan beliau sebagai menantu. Syekh Abdul Lathif sendiri merupakan guru dari Syekh Mukhtar Ongku Lokuang.

Foto Syekh H. Abdul Lathif Koto Panjang
guru dari Syekh Mukhtar Ongku Lokuang Koto Panjang

***

Menurut Buya H. Hadis Lathif juga, beliau sendirilah yang melukis lukisan Syekh Abdurtahman al-Khalidi Kumangowiyah yang sedang menghadap dengan mengenakan kaca mata tersebut. Beliau diperintah oleh Syekh Mudo Abdul Qadim untuk melukis Syekh Abdurrahman al-Khalidi. Beliau melukis dari sumber referensi/rujukan sebuah foto Syekh Abdurrahman al-Khalidi yang tersimpan di kotak kecil yang diperlihatkan oleh Syekh H. Abdul Malik. Dan beliau mengatkan bahwa foto yang beliau lihat itu Syekh Abdurrahman al-Khalidi mengenakan jas berwarna abu-abu dengan krah baju yang terbuka.

Ada yang menarik di sini ketika saya bertanya, apakah yang diperlihatkan Syekh H.Abdul Malik tersebut bentuk lukisan, Buya (Syekh Abdurtahman al-Khalidi Kumangowiyah)? Beliau menjawab; tidak. Itu adalah foto. Bukan lukisan.

Dari Silaturrahmi ke Lukisan Syekh Abdurrahman al-Khalidi Kumango
Foto lukisan Syekh Abdurrahman Al-Khalidi
Lukisan ini di lukis oleh Buya Hadis Lathif ( 82 tahun 

Namun menurut beberapa ulama, Syekh Abdurrahman al-Khalidi tidak bisa difoto! Ini suatu info baru yang mungkin saya rasa bisa kita diskusikan bersama-sama juga nantinya di suatu waktu. Beliau H.Hadis Lathif banyak melukis dan ada lukisan beliau yang bisa dikatakan belum selesai namun dibawa oleh banyak orang, yang amat sangat menggebu hati orang-orang untuk memiliki lukisan Syekh Abdurrahman Al-Khalidi, yang tak lain tujuannya ialah untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap ulama. Akan tetapi ada sebagian kaum hari ini yang mengaku beragam Islam namun melarang orang dan mengatakan haram hukumnya melukis. Namun kali ini berbeda persoalan saudarku, yang dilukis ialah orang saleh yang tujuan yang tak lain untuk menimbulkan kecintaan terhadap ulama. Tak lebih dan tak kurang daripada itu.[] 𝐒𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐩𝐮𝐭𝐢 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐀𝐦𝐢𝐢𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡𝐮𝐦𝐦𝐚 𝐀𝐦𝐢𝐢𝐧

Baca Juga: Beberapa Fakta tentang Arif Billah Syekh Balubuih/ Belubus

Habibur Rahman
Pecinta ulama dari Ranah Minang