Dedaunan yang Gugur dan Empat Sajak Anugrah Gio Pratama yang Lain

Dedaunan yang Gugur dan Empat Puisi Anugrah Gio Pratama yang Lain
Dok. https://www.flickr.com/photos/23521971@N08/5838832248

Dedaunan yang Gugur Dedaunan yang Gugur

Dedaunan yang Gugur

Daun-daun itu gugur. Berserakan
di pekarangan, di sekitar pemakaman,
di jalan raya, di pinggir desa,
di tengah kota.

Daun-daun itu gugur.
            Pepohonan tak pernah
            memintanya untuk kembali.

Daun-daun itu gugur.
Angin yang berembus
tak pernah melemparkan tanya:
apa kau sedang bersedih dan ingin menangis sekencang-kencangnya?

Daun-daun itu gugur.
Tapi aku, kau, dia, mereka, kita,
tak pernah merayakan duka untuk hal itu.
            Dan aku, kau, dia, mereka, kita,
            lebih memilih merayakan tawa
            bersama para manusia
            yang gila pada cinta.

2020

Baca Juga: Tiga Sajak Muhammad Fahruddin Al-Mustofa


Teringat Sapardi yang Telah Pergi

Yang fana itu puisi. Kita abadi:
            menyusun cerita demi cerita,
            merajutnya menjadi cinta.

Sampai pada suatu masa,
kita lupa dan terluka.

Tapi, yang fana tetap puisi.
Kita abadi.

2020


Beberapa Pertanyaan yang Diawali dengan Apakah

Apakah
palu menyayangi paku?

Apakah
api ingin
menjelma angin?

Apakah
rindu bagai badai?

Apakah
musim seperti museum?

Apakah
detik selalu berdetak?

Apakakah
risau semacam pisau?

Apakah
yang buram
berarti muram?

Apakah
seluruh kata
akan luruh?

Apakah
usia akan usai?

Apakah
manusia senantiasa tulus
dalam menulis
kisah hidupnya?

2020


Sebagaimana Adanya

Kamu adalah kamu
           dan aku adalah aku.

2020


Sebuah Sajak Buat Neng

Seandainya waktu memaksaku
memilah kehidupan ini.
           Bolehkah aku memilih dirimu
           sebagai bagian hidupku itu?

Sungguh, aku menginginkanmu.
           Sebab kau, mata air yang tak berhenti
           mengalir dalam darahku.

Sungguh, aku menginginkanmu.
           Sebab tanpamu, aku laut
           yang kehilangan perahu.


Baca Juga: Sajak-sajak Anugrah Gio Pratama

Tentang Penulis

Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan. Sedang menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Menyukai kucing dan membenci pertikaian.

Anugrah Gio Pratama
Anugrah Gio Pratama 2 Articles
lahir di Lamongan pada tanggal 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Puisi-puisinya termuat di beberapa media massa dan beberapa antologi bersama. Bukunya yang telah terbit berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude, 2019). No. HP: 0815136502133

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*