Dusta atas Nama Nabi ﷺ

Dusta atas Nama Nabi ﷺ
Ilustrasi Dok. Istimewa

“Yang melarang maulid itu bukan saya, tapi Nabi sendiri! Bukankah Nabi katakan bahwa mengada-ngada sesuatu dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat?”

***

Kutipan di atas adalah narasi yang dibangun oleh banyak pendaku salafi untuk melarang banyak praktek keberagamaan umat Islam dunia. DAN INI ADALAH DUSTA.

Nabi ﷺ melarang mengada-ada sesuatu dalam agama, tapi Nabi ﷺ TIDAK PERNAH sekalipun menyatakan bahwa :

– peringatan Maulid Nabi adalah bid’ah
– peringatan Isra Mi’raj adalah bid’ah
– alat tasbih adalah bid’ah
– zikir dan doa bersama setelah salat adalah bid’ah
– ilmu kalam adalah bid’ah

Yang bilang itu bid’ah adalah pendaku salafi, bukan Nabi ﷺ. Jadi kalau tuduhan bid’ah itu adalah kesimpulan analisis mereka, harusnya mereka katakan, “Menurut saya.. “, bukan malah mencatut nama agung Nabi ﷺ untuk kesimpulan pribadi.

Nabi ﷺ itu ma’shum, sedangkan kita tidak. Mengapa berani betul berdusta?

Baca Juga: Bila Maulid Didendangkan: Satu Waktu di Surau Lubuak Ipuah, Pariaman

***

Ada seorang pendaku salafi menuduh saya ‘ashabiyyah, berbangga dengan kaum (chauvinis) karena saya menggunakan gelar adat saya : Tuangku Rajo Basa.

Saya tanya, “Siapa yang bilang begitu?”

Dengan PD ia jawab, “Nabi sendiri yang bilang begitu!”

Innà lillàhi wa innà ilaihi ràjiùn. Tidakkah ia takut dosa besar : dusta atas nama Nabi ﷺ?

***

من كذب علي متعمداً فليتبوأ مقعده من النار

Sabda Nabi ﷺ, terjemahannya : “Siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah ia sediakan kursinya dari api neraka!” (HR. Bukhari dan makna yang sama terdapat dalam HR. Muslim)

Ini adalah dalil yang menyebabkan setiap ulama melandaskan setiap analisis pribadi kepada diri mereka sendiri, bukan kepada Nabi ﷺ, karena mereka sadar bahwa mereka bisa salah, dan kesalahan tak boleh dinisbat kepada Nabi ﷺ.

Bertakwalah, wahai kelompok yang gampang bernisbat kepada Nabi ﷺ. Tidakkah kalian sadar bahwa gaya kalian tersebut tak berbeda dengan khawarij yang dahulu menyulut fitnah?

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.

Baca Juga:Apakah Setiap yang Tidak Diperbuat Nabi Menjadi Bid’ah Jika Dilakukan?

***

Maunya saya sih #diam. Tapi masa yang berdusta atas nama Nabi ﷺ didiamkan?

Fakhry Emil Habib
Researcher Usul Fikih, Dirasat Ulya, Universitas al-Azhar