Hadis “Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah”

Hadis Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah
Ilustrasi Dok Istimewa

Banyak yang menganggap “Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah” sebagai hadis palsu. Riwayat hadis ini memiliki banyak penilaian dari para ulama ahli hadis. Berikut penjelasannya:

– Al-Hafidz Al-Iraqi, Hadis ini tercantum dalam kitab Ihya’:

ﺣﺪﻳﺚ «ﻧﻮﻡ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻋﺒﺎﺩﺓ»

Hadis: “Tidurnya orang yang puasa adalah ibadah”

Ditakhrij oleh Al-Hafidz Al-Iraqi:

ﺭﻭﻳﻨﺎﻩ ﻓﻲ ﺃﻣﺎﻟﻲ اﺑﻦ ﻣﻨﺪﺓ ﻣﻦ ﺭﻭاﻳﺔ اﺑﻦ اﻟﻤﻐﻴﺮﺓ اﻟﻘﻮاﺱ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﺴﻨﺪ ﺿﻌﻴﻒ

Kami meriwayatkan hadis ini dalam kitab Amali Ibnu Mundah dari riwayat Ibnu Mughirah dari Ibnu Umar, sanadnya daif.

ﻭﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ اﻟﺪﻳﻠﻤﻲ ﻓﻲ ﻣﺴﻨﺪ اﻟﻔﺮﺩﻭﺱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻭﻓﻰ ﻭﻓﻴﻪ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ اﻟﻨﺨﻌﻲ ﺃﺣﺪ اﻟﻜﺬاﺑﻴﻦ.

Hadis ini diriwayatkan oleh Dailami dalam Musnad Firdaus, di dalamnya ada Sulaiman bin Amr An-Nakhai, salah satu pembohong (Takhrij Hadis Ihya’)

– Imam Al-Baihaqi

Imam Al-Baihaqi mencantumkan hadis ini dalam kitab Syuab Al-Iman sebanyak 3 riwayat. Beliau hanya memberi penilaian daif, bukan palsu. Hal ini berdasarkan metode penulisan Al-Baihaqi di awal kitabnya yang tidak akan memasukkan hadis palsu:

ﻭﺃﻧﺎ – ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻢ ﺃﻫﻞ اﻟﺤﺪﻳﺚ – ﺃﺣﺐ ﺇﻳﺮاﺩ ﻣﺎ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﺎﻧﻴﺪ ﻭاﻟﺤﻜﺎﻳﺎﺕ ﺑﺄﺳﺎﻧﻴﺪﻫﺎ، ﻭاﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻐﻠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﻠﺐ ﻛﻮﻧﻪ ﻛﺬﺑﺎ. ﻓﻔﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺜﺎﺑﺖ ﻋﻦ ﺳﻴﺪﻧﺎ اﻟﻤﺼﻄﻔﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ:” ﻣﻦ ﺣﺪﺙ ﺑﺤﺪﻳﺚ ﻭﻫﻮ ﻳﺮﻯ ﺃﻧﻪ ﻛﺬﺏ ﻓﻬﻮ ﺃﺣﺪ اﻟﻜﺎﺫﺑﻴﻦ”.

Saya mengikuti penulisan ahli hadis untuk menyampaikan apa yang saya perlukan berupa hadis berdasarkan riwayat sahabat dan kisah-kisah beserta sanadnya, serta meringkas hal-hal yang dipastikan dalam hati bahwa itu adalah riwayat palsu. Dalam hadis dari Rasulullah saw: “Barangsiapa yang menyampaikan hadis dan dia tahu bahwa itu palsu maka dia adalah salah satu dari 2 pembohong” (Mukadimah Syuab Al-Iman)

– Muhaddits Salafi

Syekh Albani mencantumkan keseluruhan riwayat hadis ini dalam kitabnya Silsilah Dhaifah, ada yang dinilai palsu tapi ada yang sekedar dinilai daif. Tapi pada poin akumulasi beliau memberi penilaian daif saja.

Kesimpulannya adalah daif, tapi ada jalur riwayat yang di dalamnya ada perawi pendusta.

Baca Juga: Hadis-Hadis Dianggap Palsu Seputar Ramadhan (Bagian 2)

Ma'ruf Khozin
About Ma'ruf Khozin 45 Articles
Alumni pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Aktif mengisi ceramah umum.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*