Hidajah, Penjelasan Sifat 50 Karya Syekh Ibrahim Musa (Inyiak Parabek)

Hidajah, Penjelasan Sifat 50 Karya Syekh Ibrahim Musa (Inyiak Parabek)
Foto naskah Karya Syekh Ibrahim Musa (Inyiak Parabek)/Dok. Penulis

Syekh Ibrahim Musa

Beberapa bulan lalu saya mendapat kabar gembira dari lini masa Kanda Doktor Fadhli Lukman, bahwa beliau mendapatkan naskah karya Syekh Ibrahim Musa (Inyiak Parabek) yang berjudul Hidajah, Penjelasan Sifat 50.

Kemarin, mengingat pentingnya karya beliau untuk kembali dibahas, terutama bagi santri dan alumni Parabek dan Thawalib secara umum, saya menghubungi kanda Fadhli, meminta hasil scan naskah tersebut untuk saya salin kembali. Selesai membaca, pahamlah saya bahwa Inyiak Parabek memang sunni sejati, tak beda dengan ulama Nusantara angkatan beliau yang lain yang juga menimba ilmu di Makkah.

Hari ini, karya beliau langsung saya salin. Naskah asli tak akan saya ubah, sesuai dengan apa yang tertulis (kecuali ejaan). Namun jika ada kata yang menurut saya tidak efektif, akan saya buat keterangannya di dalam catatan kaki. Contohnya, beliau menerjemahkan kata ‘jaiz’ menjadi ‘harus’, yang barangkali saat itu cocok, namun kini lebih sesuai diterjemahkan “mungkin” atau “boleh”. Hal ini juga berlaku untuk beberapa kalimat yang butuh penjabaran.

Metode yang beliau pakai adalah metode kalam, sehingga argumen yang dikemukakan bersifat ‘aqli. Maka dalam masyru’ ini, saya pun menambahkan dalil-dalil naqli di dalam catatan kaki.

Baca Juga: Muhammadiyah Inyiak Parabek

Penjelasan sifat 50 (20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, 1 sifat jaiz bagi Allah, 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil dan 1 sifat jaiz bagi para nabi) merupakan pembahasan penting dalam kajian akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Tak peduli beda generasi ataupun negeri, seorang sunni mesti memahami hal ini. Maka jangan heran jika saya menggunakan karya KH. Muhammad Idrus Ramli Real yang merupakan Alim Jawa sebagai pembanding untuk karya Inyiak Parabek yang merupakan Alim Sumatera. Bahkan di al-Azhar pun, itu yang kami pelajari.

Semoga Allah jaga guru kita, berkahi orang tua kita dan Allah jadikan kita istiqamah dalam akidah Ahlussunnah wal jamaah.

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.

***

– Beliau menulis buku ini secara ringkas. Namun jika menyangkut penyucian Allah dari sifat khas makhluk, maka beliau akan memberikan rincian.

– Ini akidah sunni hakiki. Maka jangan tertipu dengan aliran sesat yang bertaqiyyah, mengaku-ngaku sunni.

Fakhry Emil Habib
About Fakhry Emil Habib 7 Articles
Researcher Usul Fikih, Dirasat Ulya, Universitas al-Azhar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*