Isykal (Dilema) Seputar Hadis-hadis tentang Mahdi dan Dajjal

Isykal (Dilema) Seputar Hadis-hadis tentang Mahdi dan Dajjal
Ilustrasi/Dok.Dokumen Isimewa

Hadis tentang Mahdi Dajjal Hadis tentang Mahdi Dajjal

Kalau kita kembali kepada al-Qur’an, kita akan dapati bahwa setiap kali orang-orang kafir bertanya tentang hari kiamat, jawaban al-Qur’an terhadap mereka adalah:

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا (الأحزاب :63)

Manusia bertanya kepada engkau tentang hari kiamat. Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu tentang itu hanya ada di sisi Allah.” Siapa tahu boleh jadi kiamat itu sudah dekat.”

Informasi tentang hari kiamat sengaja disampaikan secara umum karena ia memang bertujuan untuk menjadi indzar (peringatan) agar manusia selalu mempersiapkan diri menghadapi hari maha dahsyat itu kapan saja.

Oleh karena itu, dalam banyak ayat ditegaskan bahwa datangnya hari kiamat itu adalah secara tiba-tiba atau mendadak.

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ (18)

Apa yang mereka tunggu selain kiamat yang datang pada mereka secara tiba-tiba karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Apa guna bagi mereka kesadaran apabila kiamat sudah datang?

Baca Juga: Menyoal Hadis Jariyah: (di Mana Allah?)

Ayat tersebut juga menegaskan bahwa tanda-tanda hari kiamat itu sudah datang. Sesungguhnya diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai rasul terakhir merupakan tanda terbesar bahwa kiamat sudah dekat. Karena setelah beliau tidak ada lagi nabi yang lain.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik ra, Rasulullah Saw bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

“Aku diutus, dan antara aku dan kiamat itu ibarat antara dua jari ini (lalu beliau mendekatkan jari telunjuk dan jari tengahnya).

Ada pun tanda-tanda yang disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra seperti kemunculan Mahdi, Dajjal dan turunnya Nabi Isa, ini justru menafikan hikmah dari indzar (peringatan) yang disampaikan al-Qur’an tentang dekatnya hari kiamat dan bahwa ia datang secara tiba-tiba. Setiap orang akan merasa aman bahwa kiamat belum akan terjadi karena tanda-tanda besar itu muncul.

Di samping itu kemampuan yang diberikan kepada Dajjal sangat luar biasa seperti yang dijelaskan dalam beberapa hadis. Kemampuan luar biasa seperti itu hanya diberikan Allah Swt kepada para nabi dan rasul sebagai mukjizat bagi mereka untuk meyakinkan manusia tentang kebenaran wahyu yang mereka bawa. Artinya, kemampuan luar biasa itu untuk mengajak manusia kepada rahmat Allah Swt. Sementara kemampuan luar biasa yang dimiliki Dajjal justru untuk menyesatkan manusia.

Kemudian, Allah Swt mengingatkan kita terhadap fitnah harta dan anak-anak:
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ … (الأنفال :28)

Ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu adalah fitnah…

Kalau untuk fitnah harta dan anak-anak saja, yang sebagian besar kita banyak yang gagal menghadapinya, apakah mungkin Allah Swt mengabaikan untuk mengingatkan kita fitnah yang jauh lebih besar seperti fitnah Dajjal?

Baca Juga: Akurasi Informasi dan Ilmu Hadis

Allah Swt Mahaadil. Oleh karenanya fitnah yang diberikannya kepada para hamba-Nya merata dan dalam kadar yang mereka bisa melaluinya. Ada pun fitnah Dajjal, hanya ditimpakan untuk mereka yang hidup di akhir zaman. Bisa saja mereka berkata kepada Allah di hari akhirat nanti (apalagi mereka yang gagal dalam fitnah besar itu) : “Ya Allah, kenapa hanya pada kami Engkau timpakan fitnah yang besar itu; kami yang Engkau takdirkan lahir di akhir zaman…”.

Ditambah dengan ta’arudh (kontradiktif) yang terdapat dalam hadis-hadis tentang Dajjal. Dalam satu riwayat, Nabi menyampaikan ada kemungkinan Dajjal itu muncul di zamannya. Di dalam riwayat yang lain, Nabi menegaskan bahwa ia akan muncul setelah kamu muslimin menaklukkan Romawi dan Konstantinopel. Dalam riwayat lain, Nabi ragu apakah Ibnu Shayyad adalah Dajjal atau tidak. Belum lagi kontradiktif tentang tempat munculnya Dajjal, apakah dari arah timur atau dari daerah antara Syam dan Irak.

Tersebab karena itu, Imam Nawawi sendiri yang mensyarahkan hadis tentang Ibnu Shayyad ini yang terdapat dalam Shahih Muslim mengatakan:

قصته مشكلة وأمره مشتبه

(Disarikan dari Tafsir al-Manar Jilid 9 halaman 490-492).

والله أعلم وعنده العلم والحكم

Yendri Junaidi
Yendri Junaidi 44 Articles
Alumni Perguruan Thawalib Padangpanjang dan Al Azhar University, Cairo - Egypt

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*