Kisah Syekh H.Abdul Malik, Seorang Wali Luhak Limo Puluah

๐Š๐ข๐ฌ๐š๐ก Syekh H.Abdul Malik, Seorang ๐–๐š๐ฅ๐ข ๐‹๐ฎ๐ก๐š๐ค ๐‹๐ข๐ฆ๐จ ๐๐ฎ๐ฅ๐ฎ๐š๐ก

Dikisahkan dari seorang murid Syekh H.Abdul Malik: di kala itu pada siang hari Syekh H.Abdul Malik Belubus sedang berkumpul di rumah beliau dengan para masyarakat sekitar. Perkumpulan itu dikarenakan kebiasaan beliau yang baik dan berbagi dan murah hati sekaligus tegas dalam masalah agama.

Pada masa itu beliau di kampung cukup berada. Beliau bisa dikatakan lebih dari berkecukupan. Waktu itu beliau sudah memiliki barang-barang, pada saat itu di kampung hanya beliau sendirilah, yang memiliki televise. Otomatis dengan keadaan tersebut para warga sekita berkumpul di rumah sederhana beliau tersebut untuk menonton.

Tibalah pada suatu hari ada seorang ibu yang telah tua rentan pada kala itu menonton di rumah beliau. Seorang ibu tersebut mungkin dikarenakan letih selepas dari ladang dan ia pun mengunjurkan kakinya. Selepas ia menjulurkan kakinya tersebut lewatlah seorang pemuda dengan santainya melangkahi kaki ibu tersebut.

Baca Juga: Syekh Zakariya Abdullah Bilah dan Polemik Berdiri Menyambut โ€œOrang Muliaโ€

Dan langsung seketika itu juga Syekh H. Abdul Malik marah besar pada pemuda tersebut dan ia memberi nasihat kepada pemuda itu, bahwa yang dilakukan pemuda tersebut sunggulah tak beradab dan tak sopan. Dan langsung pemuda tersebut tertunduk dan Syekh H. Abdul Malik menyuruh pemuda tersrbut meminta maaf kepada ibu tersebut.[]

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ

~ Begitulah ulama terdahulu menjaga eksitensi dan adab kepada orang yang lebih tua, karena sesungguh nya ilmu takkan berguna apabila tak di iringi dengan adab yang baik ~

Ditulis oleh : Habibur Rahman

Habibur Rahman
About Habibur Rahman 20 Articles
Pecinta ulama dari Ranah Minang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*