Kitab Hikam yang Sistematis

Kitab Hikam yang Sistematis

Mungkin tidak hanya saya saja yang merasa ‘janggal’ ketika mengaji Hikam, baik saat dulu di pondok atau sesudah boyong dari pondok. Kejanggalan itu adalah karena tanpa bab dan mengapa tiba-tiba Imam Ibnu Athaillah langsung membahas bab “Bertumpu Pada Amal Perbuatan Sendiri”, dilanjutkan pada Kalam Hikmah kedua yang tidak ada kaitannya dengan Kalam Hikmah pertama dan seterusnya.

Tentu saya manut saja dengan penjelasan para kiai yang mengambil penjelasan dari beberapa Syarah Hikam. Inti Hikmahnya kita dapat, namun sistematika dan alur pembahasan belum kita peroleh, sebagaimana di zaman modern ini tidak mengenyampingkan metode pembahasan, karena akan lebih mudah dalam memahami secara runtut.

Kejanggalan saya terjawab oleh seorang ulama ahli hadis dari India yang juga pengamal ilmu Tasawuf, Syekh Al-Muttaqi Al-Hindi (975 H), pemilik kitab Kanzul Ummal yang memuat lebih dari 40.000 hadis dan Atsar.

Baca Juga: Kebersihan Hati: Sebuah Kajian Tasawuf

Kalam Hikmah pertama dalam Al-Hikam ditata ulang oleh beliau dan ternyata diletakkan pada Kalam Hikmah ke 82 (lihat gambar) sesuai dengan sistematika bab. Kalam Hikmah Ibnu Athaillah sebanyak 253 itu diramu ke dalam 30 Bab, akhirnya menjadi sangat mudah untuk dipahami. Tidak heran jika Syekh Al-Muttaqi Al-Hindi ini menamakan kitabnya tersebut:

النهج الاتم في تبويب الحكم

“Metode sempurna dalam menyusun bab-bab Kitab al-Hikam”.

Kalam Hikmah Ibnu Athaillah

Pensyarah kitab tersebut adalah seorang ulama dari Nusantara yang sudah tidak asing bagi para santri, Syekh Nawawi al-Bantani yang bergelar Penghulu Ulama Syafi’iyah di Makkah. Karekteristik penulisan kitab-kitab beliau selalu ringan, tidak panjang dikali lebar dan yang pasti setiap kesulitan pemahaman selalu terjawab. Syarah tersebut bernama Misbahu Dhalam.

Baca Juga: Tadzkîr al-Ghabî: Interpretasi Syekh Burhanuddin atas Syarh al-Hikam Karya Ibnu Athailah as-Sakandari

Lebih sempurna lagi, penahqiq kitab tersebut berhasil memberi catatan kaki yang komplit, hadis-hadis dicatatkan kitab induknya, perkataan ulama dicantumkan kitab dan halamannya seperti dari Risalah Qusyairi dan sebagainya.

Rupanya dedikasi menerbitkan karya-karya ulama Nusantara ini yang selalu diprioritaskan dari yayasan yang didirikan oleh Sohib saya Gus Nanal Ainal Fauz, Turats Ulama Nusantara. Jazakumullah Khairan katsiran Ustadzana (wa bikran).[]

Ma'ruf Khozin
Ma'ruf Khozin 17 Articles
Alumni pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Aktif mengisi ceramah umum.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*