Menjaga Agama di Akhir Zaman dengan Mendukung Anggota Keluarga Belajar Agama

Menjaga Agama di Akhir Zaman dengan Mendukung Anggota Keluarga Belajar Agama
ilustrasi Dok. https://www.beritaharian.sg/wacana/galak-lebih-ramai-warga-muda-belajar-agama

Menjaga agama dalam keluarga diakhir zaman(Kewajiban mendukung anggota keluarga belajar agama)

Jika ada seorang anak dalam keluarga besar, baik itu adik, kakak, sepupu, keponakan atau cucu atau malah anak sendiri yang punya kecenderungan untuk belajar agama, maka ajaklah anggota keluarga lain untuk mendukungnya tetap belajar. Ajakan, baik secara moril seperti semangatnya ataupun materi seperti jajan, pernikahan, tempat tinggal, uang makan, dll agar dia bisa tafarugh (fokus) dalam belajar, tanpa harus memikirkan lagi sesuatu kecuali ilmu yang dipelajari. Karena kadang hal itu menjadi awaridh (halangan) yang sangat mengganggu untuk fokus dalam belajar.

Ini bagian dari fardhu kifayah yang harus kita lakukan bersama dalam menjaga agama dalam keluarga kita. Dengan adanya mereka belajar agama maka kita sudah membuat benteng dan pagar agama bagi keluarga kita. Kita akan mudah mencari tempat rujukan, dan tempat belajar mengaji atau tempat bertanya jika ada kebutuhan untuk mencari fatwa atau beberapa masalah agama yang tidak kita dapatkan jawaban memuaskan kecuali dari para pakar. Hal ini berguna baik untuk kita atau anak-anak kita atau keluarga kita yang lain di mana kita punya ikatan begitu dekat dengan pakar ilmu agama. Begitu kira-kira kata Syekh Hasan al_Khiyamy dalam pengajian Ihya Ulumuddin.

Baca Juga: Pertalian Keilmuan Ulam Kerinci dan Minangkabau: (Bag.1) Pemetaan Awal Periode Masuknya Islam ke Kerinci

Jika dalam keluarga ada orang seperti itu ada dalam keluarga maka kita tidak butuh lagi alasan untuk ngaji online. Itu salah satu bentuk praktis dari petunjuk al-Qur’an dalam surat at-Taubah ayat 122 “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya”. Ya tuhan mengatakan mereka adalah orang yang menjaga kita.

Ya, merekalah wasilah kita untuk menjaga iman dalam kaum atau keluarga kita. Dimana tidak mungkin semua orang mendalami agama sampai jadi pakar, tapi harus ada diantara kita yang jadi seperti itu, dan kita harus mendukung penuh mereka. Manfaat cara demikian terbesar bukan cuma untuk yang belajar tapi juga untuk kita, karena kita punya orang dekat yang akan memberi arahan ilmiah bagi kita dalam menjalankan agama. Ya, kitalah yang sebenarnya paling merasakan manfaatnya.

Baca Juga: Bagaimana “Ijtihad” Ulama-ulama Al-Azhar dan Indonesia di Bidang Kurikulum Pelajaran Agama?

Manfaatnya apa? Ya selain dukungan kita yang membuat pahala dia mencari ilmu mengalir ke kita, kita juga mendapatkan orang dekat yang bisa mengarahkan kita. Ini sangat berguna apalagi di akhir zaman, tentu sudah jadi keinginan kita diakhir zaman ini anak keturunan kita bisa terus memahami agama dengan benar, dan inilah salah satu bentuk penjagaannya, dan mungkin salah satu yang paling penting. Mungkin kisah dalam video ini bisa jadi ibrah, beliau adalah Syekh Hisyam Burhany, ulama yang juga dikenal sebagai Aulia Syam. [] Wallahualam

Fauzan Inzaghi
About Fauzan Inzaghi 24 Articles
Mahasiswa Indonesia di Suriah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*