Persatuan Tarbiyah Islamiyah Besar karena Pengabdian

Persatuan Tarbiyah Islamiyah Besar Karena Pengabdian

Pengabdian Persatuan Tarbiyah Islamiyah Pengabdian Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Sebelumnya Baca: Menimbang Ide Universitas Persatuan Tarbiyah


Dalam sejarahnya, Persatuan Tarbiyah Islamiyah besar oleh pengabdian banyak ulama, buya, ummi dan kadernya pada agama, umat dan bangsa Indonesia, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Pada babak awal, mayoritas ulama Persatuan Tarbiyah, berikut jamaahnya memilih lembaga pendidikan sebagai tempat pengabdian. Mencerdaskan umat dan turut ikut membantu meningkatkan taraf pendidikan anak bangsa. Babak ini dapat disebut sebagai babak pembentukan dan pengukuhan identitas.

Pada perkembangan selanjutnya, selain bidang pendidikan yang berkembang pesat, Persatuan Tarbiyah Islamiyah ikut terlibat dalam pengabdian bidang politik perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembentukan dasar negara serta pembangun bangsa hingga tahun 1970. Pada babak pengembangan inilah terjadinya pendirian madrasah dan cabang organisasi di hampir seluruh Indonesia, dari pusat hingga tingkat dusun.

Hingga 1970 itu, di setiap nagari dibangun satu madrasah secara swadaya. Jamaah Persatuan Tarbiyah ikut membantu pembangun sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Sementara para ulamanya, bahkan mewakafkan rumah tempat tinggal mereka untuk dijadikan madrasah. Bagi jamaah yang berkemampuan, sebagian besar penghasilan mereka dari sawah, toko dan kolam diberikan pada para buya untuk menggaji guru dan bantuan murid-murid madrasah.

Setelah 1970, bangsa Indonesia tak lagi mendengar pengabdian Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang pernah besar dan ikut membidani lahirnya negara republik Indonesia. Pascababak perkembangan ini pula lembaga pendidikan berjalan sendiri. Jamaah mengambang tanpa arah dan tujuan. Biarlah sejarah ini menjadi catatan pengetahuan bagi bangsa Indonesia.

Selama satu dekade belakangan ini, satu persatu generasi baru Persatuan Tarbiyah yang ‘bersih’ dari sejarah, menyadari kembali bahwa ia lahir dari surau, halakah, karya para ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan dididik oleh pewaris ulama Persatuan Tarbiyah. Semangat itu antara lain dengan mencurahkan perhatian pada karya ulama Persatuan Tarbiyah, berikut nama yang pernah besar pada masanya. Sebagian lain, mengaji kembali sejarah Islam Indonesia, pembaharuan pendidikan, dan dinamika intelektual Islam Indonesia, perkembangan politik.

Semuanya cukup sebagai sejarah dan itu telah terjadi. Kini betapa pun kelamnya titik sejarah Persatuan Tarbiyah, jauh tak sebanding dengan sinar kebangkitan yang terang benderang. Pada masa kebangkitan ini, 2017/1439H (yang dimulai dengan penguburan sejarah pada tahun 2016M lalu), kita perlu belajar pada semangat ulama pada babak pembentukan dan pengukuhan dan babak perkembangan Persatuan Tarbiyah.

Sejak kelahirannya 1928 hingga babak perkembangannya 1970, semuanya sama dalam semangat dan iktikad. tanpa perbedaan sama sekali. Apalagi perbedaan tamatan sekolah, apalagi bertanya tamat Tarbiyah mana. Bagi para pendiri Persatuan Tarbiyah, selama punya iktikad yang sama, maka mereka bagian dari Persatuan Tarbiyah.

Dengan semangat itulah, masing-masing ulamanya melebur menjadi Persatuan Tarbiyah Islamiyah tanpa sekat dan embel-embel apa pun. Dengan semangat itu pula, setiap dari mereka rela berkorban untuk umat dan bangsa. Betapapun tinggi ilmunya, mereka bersedia menjadikan rumahnya sebagai sekretariat Persatuan Tarbiyah di tingkat nagari, kelurahan bahkan di tingkat dusun.

Generasi baru, kiranya perlu menjadikan para ulama masa lalu sebagai teladan dalam mengabdi pada agama dan negara. Kita perlu berpikir memperbanyak cabang dan ranting organisasi hingga tingkat dusun dan mengabdi untuk umat dan bangsa Indonesia. Jangan sampai terbentuk elitisme dalam Persatuan Tarbiyah seperti yang telah dan tengah terjadi. Tidaklah kita akan menjadi hebat dan besar bila duduk di pengurusan pusat dan daerah, tapi di dekat rumah kita masing-masing Persatuan Tarbiyah tak mengakar dan bahkan tak dikenal baik oleh masyarakat, baik iktikad maupun semangatnya.

Baca Juga: Siapa Anak Ideologis Persatuan Tarbiyah?

Saya telah berniat, bila penerbitan yang saya rintis saat ini, kelak menjadi besar dan menghasilkan, maka sepertiga hasilnya akan diserahkan pada Persatuan Tarbiyah Islamiyah untuk pengembangan pendidikan dan dakwah Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

Wallahu a’lam
Ciputat, 08/11/2017

Muhammad Yusuf el-Badri
Muhammad Yusuf el-Badri 16 Articles
Alumni MTI Pasia, IV Angkek, Kab Agam dan Alumni Bahasa dan Sastra Arab IAIN Imam Bonjol Padang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*