Puisi Maulida Irawati; Alam Telah Kronis dan Dinding Putih

Puisi Maulida Irawati; Alam Telah Kronis dan Dinding Putih
Ilustrasi Dok. https://unsplash.com/photos/67uA567zGA8

Alam Telah Kronis

Alam Telah Kronis

Oleh: Maulida Irawati

Alam kini tengah bersua
Mengutarakan hal-hal yang ingin ia luapkan
Tentang keadaan yang semakin memburuk
Semakin lama semakin parah
Semakin hari semakin kronis
Tentang rasa sakit yang ia tahan sejak lama
Rasa sakit akibat manusia-manusia yang tak bertanggung jawab
Mulutnya yang berusaha untuk terus menutup
Kini telah menganga
Tak mampu ia tahan lagi
Hingga lahar menyembur di beberapa penjuru dunia
Alamku kini tengah rusak
Hampir hancur bahkan lebur
Jangan lagi kau tambah rasa sakitnya
Jangan lagi kau remukkan sendi-sendinya
Karena tanpa kebaikannya apalah kita

Dinding Putih

Oleh: Maulida Irawati

Benda kokoh yang berdiri tegak
Tanpa penyangga, tanpa penopang
Sebuah penyekat bagi beberapa hal
Kadang kala disebut sebuah pemisah
Dalam beberapa keadaan

Kau kokoh dalam pendirianmu
Kau tegap dalam pandangan
Kau teguh dalam ketegasan
Kau hebat dalam menyekat dan memisah

Dinding putih
Pastinya kau berwarna putih
Seolah memisah untuk kebaikan
Namun, terkadang
Kau  memisahkan dua hal yang ingin menyatu

Jika sudah seperti itu
Pantaskah kau disebut sebagai dinding putih?
Kurasa, tidak!

Baca Juga: Bukan Orang Gila

Maulida Irawati
Maulida Irawati lahir di Barabai, Kalimantan Selatan pada 14 Juni 2000. Sekarang, tinggal di Banjarmasin untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat mengambil program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Maulida merupakan anak terakhir dari 2 bersaudara. Bagi Maulida hal yang paling membahagiakan adalah berkumpul bersama keluarga.