scentivaid mycapturer thelightindonesia

Puisi Nuranisa Nabylla: Jawaban Atas Sujud Pendosa, Jantung Lebur, Menatap Punggung Kokoh Milikmu, Kado Tulusku, Bersemayam, dan Mimpi Kau Ada

Jawaban Atas Sujud Pendosa

Telah kau nampakkan…
Cinta yang aku peluk
Hanya bagunan kosong
Berbentuk hati

Menepis intuisi
Dan dengan lantang
Menagih kertas tak berguna…

Menyaksikan aku dengan reruntuhan bangunan
Hasil cipta pendusta

Jantung Lebur

Katanya, jika nasi menjadi bubur dapat dikembalikan menjadi nasi jika menaruh selembar roti di atasnya. Rupanya nasiku menjadi air bukan bubur, pantas saja selembar roti tak bekerja untuk mengembalikannya.

Menatap Punggung Kokoh Milikmu

Pergilah, kau ingin bebas
Kau ingin dilepas
Aku restui inginmu

Sisakan aku sendiri
Jangan perduli
Tentang segala rasa sakit
Yang aku jajaki
Biar aku yang merawat hati

Seberapa buruk pertahanan nadiku
Tentu bukan urusanmu

Kado Tulusku

Ingatlah
Bisik penuh rasa
Setiap getaran yang sampai
Pada mata dan telingamu

Memang itu perasaanku
Aku mencintaimu

Bersemayam

Semakin menusuk
Kepulan seperti asap
Pada tiap-tiap,
Hembusan nafas.

Di sinilah
Hamparan luka
Yang kutatap
Tetap sama.

Cita masa SMA

Mimpi Kau Ada

Terima kasih
Telah menjaga
Telah mencinta
Telah menggenggam
Telah memeluk
Tak tinggalkan
Aku
Dalam mimpi… 

Nuranisa Nabylla
Nuranisa Nabylla lahir di Muara Teweh, Kalimantan Tengah pada 27 November 1999. Sebagai mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Lambung Mangkurat sejak 2018 hingga sekarang. Membebaskan emosi melalui tulisan adalah cara terbaik bagi Nabylla untuk mengekspresikan dirinya. Nabylla juga hobi dalam memotret pemandangan, merajut, dan mendengarkan musik Twice. Media sosial seperti Instagram dapat dikunjungi @byllas__ dan @bybylabi. Channel Youtube, Nuranisa Nabylla.