Puisi-puisi: J. Akid Lampacak I

Puisi-puisi J. Akid Lampacak I
Ilustrasi/Dok. www.tenthousandvisions.com

Puisi-puisi J Akid Lampacak I

Pelesir Gadis Desa

Ia yang senang menanam mawar di pinggir ladang
Adalah subuh yang rabun dengan kerinduan
Orang-orang menatapnya, semberi bertanya pada
Daun-daun yang berlambaian, akankah hidup
Indah harus berakhir dengan sesal. Demi degup
Yang ia kendarai, ia harus patuh pada titah ilahi
Menghitung angka-angka di sepanjang luka
Demi mempertahankan harkat warna dada.

Sampang, 2019

Deru Rindu di Bukit Lancaran

Sejumlah debu tertinggal di sana
Hinggap di bawah pelapah kelapa
Di persimbangan antara pondok dan desa.

Bagaimana hujan akan segera datang
Kalau jalan yang kami langkahi selalu berkurang
Berkerut di selat awan; yang tiba-tiba jatuh
Pada lamunan yang begitu keruh.

Betapa jauh pandangan menyeprang
Melintasi sungai dan lautan
Agar harapan yang kami tenun.

Sampang, 2019

Baca Juga: Toilet dan Peradaban

Setangkai Kasih

Setangkai kasih telah kuhantarkan kepadamu
Sebab hujan dan debu masih saja menyimpan rindu
Melewati hangat aroma musim berkabut
Dari beberapa dingin yang sering kita rebut.

Di selat-selat senja,
Pernah kuterima engkau sebagai pemuja
Pemuja dari suasana indah di taman pagi
Menjelang bait-bait rindu bagun dari mimpi.

Menjadikanmu sedih,
Ternyata begitu rentan dalam kasih
Menggugurkan mantra-mantra pada kebimbangan
Dengan berbagai suasana yang pelik dalam angan.

Sampang, 2019

Menuju Sunyi

Senyum yang berdiang di tepi gunung
Adalah rindu yang menghijaukan renung
Kau takkan pernah menyangka
Bahwa kesunyian ini hanya milik kita.

Sejak hujan menidurkan anak kelelawar
Cinta yang lama bersiur membuat waktu hancur
Melangkah di sepancang pecahan tanah
Dengan baris jejak yang mulai resah.

Berapa debu berteduh di kelembaban hatiku
Membisu di sepanjang jalan menuju rindu
Entah kepada siapa perlu kukabarkan
Setelah siuran angin membuat dingin bosan.

Sampang, 2019

Puisi-puisi J Akid Lampacak I

Baca Juga: Puisi-puisi Farid Merah

Share :
J. Akid Lampacak
J. Akid Lampacak 2 Articles
dikenal dengan Nama Panggilan B.J. Akid. Lahir di Madura, Jawa Timur. Menulis esai dan puisi, masih tercatat sebagai Santri Pondok Pesantren Annuqayah. Puisi-puisinya tersiar di berbagai media cetak, online, dan antologi puisi. Menjadi ketua komunitas Laskar Pena Lubangsa Utara dan pengamat litrasi di sanggar Becak Sumenep. No.Hp/WA: +6287866845385

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*