Puisi-puisi Muhammad Ridho Firdaus

Puisi-puisi Muhammad Ridho Firdaus
Ilustrasi Dokume Isttimewa/ https://www.youtube.com/watch?v=0BDKYANLqVk

Puisi-puisi Muhammad Ridho Firdaus Puisi-puisi Muhammad Ridho Firdaus

Banjir Melanda Kotaku

Oleh: Muhammad Ridho Firdau
———————————————–

Pagi yang dingin merasuk tulang
Kulayangkan pandangan ke langit yang hitam kelam
Sudah berhari-hari hujan selalu dating
Membasahi kotaku bumi Kalimantan

 Air hujan mengucur dengan deras
Dari langit air hujan terus menerjang
Laksana ombak membentur karang
Seolah ingin menelan bumi dengan garang

Air turun ke jalan dan rumah-rumah di kota ku
Kotaku yang selama ini tidak pernah terjamah banjir
Dengan julukannya kota seribu sungai
Kini sungainya tak mampu lagi menampung air yang datang dari segala arah

Semua panik, semua bingung, semua takut
Kotaku terendam banjir
Banjir yang disebabkan oleh ulah manusia
Yang sungai-sungainya banyak dijadikan tempat pembuangan sampah

Aku tersentak, seakan tak percaya tatkala banjir melanda kotaku
Tuhan, mungkin musibah ini teguran dari Mu
Agar kami selalu bersahabat dengan alam
Ku berdoa semoga banjir cepat berlalu


Baca Juga: Puisi-puisi Rina Hilmina

Guruku Panutanku

Oleh: Muhammad Ridho Firdau
———————————————–

Guruku, nama yang akan selalu ku kenang sepanjang hayatku
Kau yang memberi ilmu dan petuah berharga untukmu
Kau mendidik dan mengajariku dengan sabar
Kau adalah orangtuaku di sekolah

Guru, jasamu tak akan pernah kulupa
Karena tanpamu apa jadinya aku
Dengan sabar kau membimbingku
Dengan penuh ikhlas kau maafkan segala kesalahan muridmu

Guruku, padamu kuhaturkan rasa hormat dan sayangku
Terimakasih atas ilmu yang telah kau bagikan untukku
Aku akan berusaha menjadi orang hebat sesuai harapanmu
Orang hebat yang bisa membangun negeri

Perjuanganmu yang mulia akan kutiru
Perjuangan mulia  demi mencerdaskan anak bangsa
Kutahu jasamu tak akan dapat ku balas
Sikap sabar dan ikhlasmu ku jadikan panutanku


Guruku Panutanku

Oleh: Muhammad Ridho Firdau
———————————————–

Guruku, nama yang akan selalu ku kenang sepanjang hayatku
Kau yang memberi ilmu dan petuah berharga untukmu
Kau mendidik dan mengajariku dengan sabar
Kau adalah orangtuaku di sekolah

Guru, jasamu tak akan pernah kulupa
Karena tanpamu apa jadinya aku
Dengan sabar kau membimbingku
Dengan penuh ikhlas kau maafkan segala kesalahan muridmu

Guruku, padamu kuhaturkan rasa hormat dan sayangku
Terimakasih atas ilmu yang telah kau bagikan untukku
Aku akan berusaha menjadi orang hebat sesuai harapanmu
Orang hebat yang bisa membangun negeri

Perjuanganmu yang mulia akan kutiru
Perjuangan mulia  demi mencerdaskan anak bangsa
Kutahu jasamu tak akan dapat ku balas
Sikap sabar dan ikhlasmu ku jadikan panutanku

Baca Juga: Puisi-puisi Dona Pratiwi

Muhammad Ridho Firdaus
Muhammad Ridho Firdaus, Lahir di Banjarmasin, 5 September 2000, hobi nonton film, sekarang berkuliah di FKIP, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat