Sajak-sajak Moh. Rofqil Bazikh II

Sajak-sajak Moh Rofqil Bazikh II
Ilustrasi/Dok. Lukisan Nyoman Erawan https://sahabatgallery.wordpress.com/2009/01/14/nyoman-erawan/

Sajak-sajak Moh Rofqil Bazikh II

KUBUR KAKEK

hanya kembang ini merawat kesepian. sunyi yang susut ke iga tanah
merajah warna merah. merah yang menguar menyesaki langit kita
sesekali diselingi debar asap dupa atau tangis jika ada, sebagai
ketakziman setalah kata kata

jika tanah ini setengah kering, usia kita mulai runduk
pelan pelan membidik tanah juga. semisal daun dipaksa gugur
dengan hening tanpa membenci angin. dua batu tua,
setua rindu rindu sebagai tanda letak kepala.

di dalam, ketenangan berhembus dari sempit liang
semisal lidah angin mengacak acak rambut kita
mendengungkan segala tenang dengan rupa macam macam
setiap kemungkinan di jantung hari yang menjelang

kenanglah! kenangan yang berserakan tiap malam
melubangi ketentraman. mengirim banyak gelisah
dengan bentuk paling sederhana dan seadanya.
memasuki sunyi ini, kita dipertemukan kembali
dari tiap tepi bumi dan hening yang meninggi

Gapura, 2020

Sajak-sajak Moh Rofqil Bazikh II

Baca Juga: Sajak-sajak Anugrah Gio Pratama

RUMAH KEDUA

dan kesepian kampung kita tanggalkan, angin desa dibiarkan
meringkuk di pojok bukit di rimba berkabut nan berkabung tiap hari
berjalan ke barat sambil mengejar bayang bayang matahari.
kemarau yang meruang di atas kepala mengirim terik menyengat
menepuk nepuk punggung padi yang khusyuk runduk

di seberang, rumah kedua dalam bayang bayang, kita cipta
dari lentera paling benderang. halaman luas merentang
dari utara ke selatan. segala ratap begitu mudah kita garap
di tengah kenangan yang berjalan sendirian dan lindap

maka halaman kita yang panjang, sekejap lelap dalam fikiran
diam diam hilang dirampas setiap jarak yang tandang
betapa harapan yang kita pajang di sini, tak pernah sulit
diciptakan mengukur segala keremangan nasib

kampung kita semakin sunyi, sayang, ketenangan
hadir dengan tubuh berlubang lubang. sebab
kepergian satu satunya jalan menuju tentram yang lain
setelah kegamangan yang tiba tiba membadai
:hanya pada rumah kedua, segala resah tercurah

bermusim musim di perantauan, merapikan luka silam
bercak bercak merah muncrat dari liang jiwa.
berhamburan menyesaki kepala. sedang duka kita
kekal di rumah lama, dan tiada matinya.

Gapura, 2020

Sajak-sajak Moh Rofqil Bazikh II

LAUT BERCERITA*

             ;mengenang tragedi 1998

sepuluh orang tua menabur karamgan bunga,
di bawah langit lebam, merah tembaga atu kuning pucat
segala ruang begitu gelap, kebebasan sampai pada jalan buntu
pada setapak penuh batu batu. kita sengaja diraibkan
dimasukkan pada liang liang kefanaan

teriakan kami hanya tinggal gema, menyesaki angkasa
sebab diam buka jalan satu satunya. dan bunga bunga merah
dikirim dari halaman rumah. hanya kami cium busuknya
ada doa ibu, membuka jalan jalan baru ke haribaan tenang
nyatanya pengasingan, begitu cepat melubangi keprkasaan

sementara jarak, lekas kita hapus. malan dan siang menyatu
bulan dan matahari berbenturan di dadaku. meletup letup.
lalau tangis ini kuasah untuk semakin tajam saja

di tepi laut ini, keremangan nasib tercipta dari keganjilan
pada keberadaan yang sungguh sungguh. lengking nasib
yang surut ke iga ombak

kelak kau akan mencium, kehilangan seperti gelas tiba tiba pecah di meja makan kita

Gapura, 2020

Share :
Moh. Rofqil Bazikh
Moh. Rofqil Bazikh 2 Articles
ROFQIL JUNIOR, adalah nama pena dari Moh. Rofqil Bazikh. Lahir di pulau Giliyang, Madura, pada 19 Mei 2002. Berdomisili di Gapura Timur, Gapura Sumenep. Aktif di Kelas Puisi Bekasi dan Komunitas ASAP. Merupakan alumnus MA. Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur, Gapura, Sumenep dan MTs. Al-Hidayah Bancamara, Giliyang. Menganggit puisi dan termaktub di beberapa antologi; Surat Berdarah di Antara Gelas Retak (2019), Dari Negeri Poci 9; Pesisiran(KKK;2019), BuluWaktu (Sastra Reboan;2018), Antologi Dwibahasa Banjarbaru Festival Literary (2019), Sua Raya”(Malam Puisi Ponorogo; 2019), Dongeng Nusantara dalam Puisi (2019), Bandara dan Laba-laba(Dinas Kebudayaan Provinsi Bali). Saat ini sudah menulis puisi di berbagai media cetak dan online antara lain Harian Rakyat Sultra, bali Pos, Pos Bali, Suara Merdeka, Banjarmasin Post, Malang Post, Radar Malang, Radar Banyuwangi, Radar Cirebon, Radar Madura, Rakyat Sumbar, Radar Pagi, Kabar Madura, Takanta.id, Riau Pos, NusantaraNews, Mbludus.com dll.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*