Sastra Anak Siak; Sebuah TOR Ota Lapau Anak Siak Online

Sastra Anak Siak Sebuah TOR Ota Lapau Anak Siak Online
Pamflet oleh Rifki

Kata sastra identik dengan istilah Adab dalam bahasa Arab. Menurut Ibn al-Akfani (w. 1348 M) dalam kitab Irsyâd al-Qâshid Ila Asna al-Maqâshid, Adab adalah pengetahuan untuk memahami pemikiran yg diungkapkan melalui kata-kata dan tulisan. Dalam konteks ini, ketika sastra dikaitkan dengan anak siak, maka sangat erat kaitannya dengan kitab kuning yang dipelajari oleh anak siak. Karena dalam kitab kuning terdapat ilmu-ilmu kebahasaan seperti nahwu, sharaf, balaghah dan seterusnya. Ilmu kebahasaan yang dikuasai anak siak ini tidak hanya sekadar tata bahasa dan percakapan, melainkan lebih luas dari itu: yakni, seni berbahasa. Seni dalam merangkai pikiran dan menyampaikan isinya kepada orang lain, sebagaimana pengertian kata Adab (sastra) di atas.

Meskipun kata sastra tidak begitu populer dalam bahasa keseharian di surau atau dalam masyarakat Minangkabau, secara substansi sebetulnya sastra sangat menyatu dalam keseharian anak siak. Para ulama kita di Minangkabau telah mempraktekkan seni berbahasa ini. Hal ini mewujud dalam praktek berbahasa mereka di tengah masyarakat baik dalam menyampaikan ajaran agama maupun berkomunikasi. Misalnya kita lihat dalam tradisi-tradisi seperti pasambahan, syair, pepatah petitih, sajak, dan pantun yang sarat muatan ajaran Islam. Begitu juga dalam sejumlah karya-karya tulis mereka.

Namun seiring perkembangan zaman, di tengah berbagai tantangan budaya dan nilai-nilai lain, makna dan peran sastra mulai tergerus dikalangan Anaksiak. Hal ini terjadi dalam sebuah grup ketika sebagian Anaksiak mengisi katidiang masalah, yaitu semacam pertanyaan yang diajukan kepada anaksiak mengenai sastra dan kaitannya dengan anaksiak. Jawaban yang ada menunjukkan bahwa terjadi beragam pemahaman di kalangan milenial anaksiak dalam memandang apa itu sastra dalam kaitannya dengan tradisi surau (pesantren). Ada yang memahami bahwa sastra adalah novel-novel populer bergenre percintaan muda-mudi, dan ada pula yang memahami sastra itu adalah quotes, kata-kata bijak, romantis, dan seterusnya. Padahal sastra sebenarnya sangat melekat dalam kehidupan anaksiak karena anaksiak belajar kitab kuning yang di dalamnya ada ilmu kebahasaan yang mengandung sastra/seni berbahasa. Karena inilah Ota Lapau Anak Siak kali ini akan membincang dan meraba masalah-masalah mendasar tentang hal tersebut.

Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Sastra Anaksiak?
2. Apa Fungsi dan Peran Sastra Anaksiak?
3. Bagaimana Sejarah dan Perkembangan Sastra Anaksiak?
4. Bagaimana Praktik Sastra Anaksiak?
5. Apa Media Bersastra Anaksiak?

Sebagai pembawa Ota Anak Siak kali ini akan disampaikan oleh: Zelfeni Wimra dengan fokus bahasan OtaSastra dalam Pengalaman Anak Siak“, Buya Apria Putra akan menyurahkan “Sastra di Tangan Ulama-ulama Minangkabau” dan Raudal Tanjung Banua dengan fokus “Sastra dalam Konteks Masyarakat Minangkabau“.

Sedangkan Akhyar Fuadi dan Zikri didapuk sebagai urang lawan maota. Sebagai pemandu Ota atau Etek Lapaunya adalah Etek Putri Novrilia Handayani.


Ota anak siak sebelumnya :
1. Katidiang Masalah Generasi Bungsu Tarbiyah Islamiyah
2. Kemanakah Biduk Tarbiyah Islamiyah Akan Berlayar?
3. Mendaras Ulang Sejarah Kelahiran Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Share :
Panji Setiawan
Panji Setiawan 1 Article
Alumni MTI Canduang dan UIN Ciputat Jakarta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*