Semarak Hari Baik Bulan Baik dengan Ziarah Makam

Semarak Hari Baik Bulan Baik dengan Ziarah Makam

Ziarah Makam

Bila Ramadhan akan datang, diistilahkan orang di kampung sebagai hari baik bulan baik, negeri kami menjadi begitu semarak. Hal menonjol ialah tradisi ziarah makam auliya’, yang ketika Ramadhan akan datang menjadi hal yang lazim di Pedalaman Minangkabau.

Buya-buya, jama’ah, bukan hanya berasal dari Sumatera Barat saja yang menjalankan tradisi ini dengan sangat meriah, namun juga dari daerah-daerah lain seperti Riau dan Bengkulu, juga datang ke Pedalaman Minangkabau, menziarahi makam-makam ulama saleh yang berjasa terhadap Islam tersebut.

Di antara makam-makam penting, seperti Makam Syekh Kiramat Taram, makam Syekh-Syekh Batuhampar, makam Syekh Padang Kandih, makam Syekh Mungka, makam Syekh Tiakar, Syekh Tobekgodang, Syekh Engku Lakuang Koto Panjang, Makam Syekh Tungkar, dan lain-lain, banyak lagi. Sungguh semarak, dan menyejukkan hati.

Meski berupa-rupa Wahhabi ingin menghabiskan tradisi ini, letih lelah mereka dengan dalih bid’ah dan khurafat, yang tradisi itu tetap kuat, dan ada kesan meningkat dari tahun ke tahun. Bagaimana akan hilang tradisi ini, sebab cinta kepada guru takkan pernah padam. Hanya orang yang tak berguru yang tak merasai nikmat dan karunia Allah ini.

Mengapa harus ziarah? (1) mengingat kematian, (2) mengingat kembali pengajaran guru, dan tentunya guru berpegang kepada apa yang diajarkan Rasul junjungan alam, dan (3) menghaluskan hati.

Kata guru-guru di surau: “Mengunjungi guru yang hidup menambah ilmu. Mengunjungi guru yang wafat menambah ma’rifat.”[]

Baca Juga: Situs Ziarah Ulama-ulama Tarekat di Malalo

Baca Juga: Situs Ziarah Ulama-ulama Perti

***

Terima kasih kunjungan Buya Shaffullah Dt. Malano (sebelah kiri, memakai syal hijau), dari Bengkulu, beserta jama’ah, yang berkesempatan singgah di surau, setelah perjalanan panjang menziarahi makam-makam ulama Saadah Naqsyabandiyah Khalidiyah di Pedalaman Minangkabau. Beliau sengaja mengunjungi saya, tentunya karena pertalian ilmu dan amal, yang mana pertalian ini adalah tali yang kokoh dalam ukhwah.

Taeh Baruah, tadi siang, selepas Jum’at, 26 Maret 2021

Apria Putra
Alumni Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Pengampu Studi Naskah Pendidikan/Filologi Islam, IAIN Bukittinggi dan Pengajar pada beberapa pesantren di Lima Puluh Kota