Silaturahmi ke Kediaman Buya Annas, Seorang Alim yang Tawadhu’

Silaturahmi ke Kediaman Buya Annas, Seorang Alim yang Tawadhu'
Foto Buya Annas/Dok. Penulis

Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu saya dapat bersilaturahmi ke kediaman Buya Annas di Taeh Baruah seorang alim yang sangat Tawadhu’. Jika dilihat dari wajah beliau, rasanya wajah yang bersemi itu tak disangka sudah berumur, 80 tahun.

Beliau Buya Annas berguru langsung kepada Syekh Pakiah Marajo al-Khalidi. Bisa dikatakan bahwasannya beliau Buya Annas adalah murid kesayangan dari Syekh Pakiah Marajo al-Khalidi. Menurut penuturan Buya Annas dalam bahasa minang “oyah urangnyo lombuik, lun pernah mato ko mancoliak baliau bongi lai”. Artinya, Buya Anas menggambarkan bahwa sosok Syekh Pakiah Marajo al-Khalidi adalah sosok yang penyayang dan belum pernah mata beliau melihat Syekh Pakiah Marajo marah.

Syekh Pakiah Marajo al-Khalidi adalah seorang alim yang berasal dari Luhak Limo Puluah. Syekh Pakiah Marajo al-Khalidi berguru kepada Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim, ijazah beliau menurut penuturan Buya Annas ada 2 satu dari Balubuih dan satu lagi dari Batu Hampar.

Syekh Syamsu Mangkuto Malin, pimpinan halakah Surau Putiah pernah menuturkan bahwasannya Syekh Pakiah Marajo adalah sosok yang tajam dan kahsyaf, dan bahkan keilmuan dari Syekh Pakiah Marajo tak dapat diragukan lagi.

Selain daripada itu beliau Syekh Pakiah Marajo menurut penuturan Buya Nasmir Angku Marajo terbilang jarang memberikan ijazah kepada murid beliau mungkin itu disebabkan oleh ke hati-hatian beliau karna tak sembarangan orang memperoleh hal tersebut dan sebaiknya kita kembalikan saja kepada Allah apa alasan daripada beliau tersebut. Wallahu A’lam Bishawab. Oleh karena itu apa yang didapat oleh Buya Annas daripada guru beliau yakni Syekh Pakiah Marajo bisa dikatakan langka.

Foto Syekh Pakiah Marajo

Saat Buya Annas menuntut ilmu, beliau berjuang untuk menempuh jarak yang cukup jauh. Dalam dapat ditaksir dari kediaman Buya Annas menuju tempat Syekh Pakiah Marajo yakni 19 km lebih kurang dan itupun jalan masih belum seperti yang sekarang. Itu beliau tempuh dengan menggunakan kereta sepeda. Sungguh suatu perjuangan yang dapat dikatakan tidak mudah.

Mengapa saya menyebut beliau Buya Annas sangat Tawadhu’? Karena ketika saya bertemu dengan beliau tidak ada yang namanya beliau meninggikan siapa diri beliau. Beliau selalu merendah dan murah senyum. Untuk diketahui, beliau merupakan kakak kandung dari Buya Engku Boncah, pimpinan halakah Surau Boncah Taeh Baruah. Semoga Allah panjangkan umur beliau, dan selalu diberi kesehatan oleh Allah.

Baca Juga: Menemui Syekh Syamsu Anwar Mangkuto Malin

***

Salah satu akhlak baik adalah bersikap tawadhu’. Yakni tidak sombong, tidak merasa paling baik, dan selalu rendah hati. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tiga puluh dua, Imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis-hadis tentang tawadhu’. Tapi saya kali ini akan menuliskan 3 hadis saja.

Petama:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ اللهُ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang tawadhu’ karena Allah, maka Allah akan mengangkat (derajat) nya (di dunia dan akhirat), dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mandah dan Imam Abu Nu’aim dari sahabat Aus bin Khauli r.a.

Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَا مِنْ آدَمِيِّ إِلاَّ وَفِيْ رَأْسِهِ سِلْسِلَتَانِ: سِلْسِلَةٌ فِى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَسِلْسِلَةٌ فِى الْأَرْضِ السَّابِعَةِ، فَإذَا تَوَاضَعَ رَفَعَهُ اللهُ بِالسِّلْسِلَةِ إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، وَإِذَا تَجَبَّرَ وَضَعَهُ اللهُ بِالسِّلْسِلَةِ إِلَى الْأَرْضِ السَّابِعَةِ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada manusia kecuali di kepalanya ada dua rantai, rantai di langit ke tujuh dan rantai di bumi ke tujuh, jika ia tawadhu’ maka Allah akan mengangkatnya dengan rantai ke langit ke tujuh, dan jika ia sombong maka Allah akan merendahkannya dengan rantai ke bumi ke tujuh.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Kharaithi, Imam Al-Hasan bin Sufyan, Ibnu La’al, dan Imam ad-Dailami dari sahabat Anas bin Malik r.a.

Ketiga:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إِذَا رَأَيْتُمُ الْمُتَوَاضِعِيْنَ فَتَوَاضَعُوْا لَهُمْ وَإِذَا رَأَيْتُمُ الْمُتَكَبِّرِيْنَ فَتَكَبَّرُوْا عَلَيْهِمْ}.

Nabi saw. bersabda, “Jika kalian melihat orang-orang yang tawadhu’, maka bersikap tawadhu’lah kepada mereka, dan jika kalian melihat orang-orang yang sombong maka sombonglah kepada mereka.”

Habibur Rahman
About Habibur Rahman 22 Articles
Pecinta ulama dari Ranah Minang

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan