Sullam al-Raja, Syarah Kitab Safinah al-Naja Karangan Syekh Utsman Tungkal Jambi (1351 H/ 1933 M)

Sullam al-Raja: Syarah Kitab Safinah al-Naja Karangan Syekh Utsman Tungkal Jambi (1351 H/ 1933 M)
Ilustrsi/Dok. designbump.com

Ini adalah halaman sampul dari kitab “Sullam al-Rajâ li al-Wushûl ilâ Alfâzh Safînah al-Najâ” karangan seorang ulama Nusantara asal Tungkal (Jambi, Sumatera) yang menjadi pengajar di Masjidil Haram dan Madrasah al-Shaulatiyyah di Mekah pada paruh pertama abad ke-20 M, yaitu Syekh ‘Utsmân b. Muhammad Sa’îd Tunkal al-Jambî al-Makkî (Syaikh Utsman Tungkal, w. 1405 H/ 1985 M).

Dok. Penulis

Sullam al-Rajâ merupakan syarah atau penjelasan berbahasa Arab atas teks Safînah al-Najâ yang berisi kajian dasar-dasar ilmu fikih mazhab Syafi’i yang dikarang oleh Syekh Sumair b. Sâlim al-Hadhramî, ulama besar asal Hadramaut, Yaman, yang kemudian menetap dan meninggal di Batavia (Betawi, kini Jakarta) pada tahun.

أما بعد. فهذه تقريرات نفيسة بعبارات منيفة سهلة التناول والهجا على ألفاظ سفينة النجا في الفقه على مذهب الإمام الشافعي رضي الله عنه لجامعها الفقير الى عفو من عليه يتوكل عثمان بن محمد سعيد تنكل الاندونيسي ثم المكي طويلب العلم بالمدرسة الصولتية الهندية المباركة بمكة المكرمة. وسميتها سلم الرجا للوصول الى حل ألفاظ سفينة النجا. أثابه الله على عمله خيرا وجعله خالصا لوجهه الكريم وسببا للفوز بجنات النعيم

(Ammâ ba’du. Ini adalah sebuah ulasan yang bernas, dengan ungkapan kalimat yang tangkas, yang mudah untuk disimak dan dipahami, atas matan [teks] kitab Safînah al-Najâ dalam fikih madzhab Imam Syafi’i R.A., yang diupayakan oleh seorang hamba yang fakir kepada pengampunan Dzat yang kepadaNya ia berserah diri, yaitu Utsman anak Muhammad Sa’id dari Tungkal (Jambi), Indonsia, yang kemudian menjadi penduduk Mekah, seorang pelajar kecil di Madrasah al-Shaulatiyyah al-Hindiyyah yang diberkahi, yang berada di kota Mekah al-Mukarramah. Aku menamakan risalah ini dengan Sullam al-Rajâ li al-Wushûl ilâ Hill Alfâzh Safînah al-Najâ. Semoga Allah berkenan menjadikannya sebagai karya yang beroleh ganjaran kebaikan bagi penghimpunnya, menjadikannya tulus ikhlas hanya semata-mata untuk Allah yang Mulia, dan menjadi sebab atas memperoleh surga yang penuh kenikmatan).

Dalam kolofon, pengarang mengatakan jika karyanya ini diselesaikan pada tanggal 12 bulan Syawwal tahun 1351 Hijri di kota Mekah (bertepatan dengan). Syaikh Utsman Tungkal menulis:

وكان الفراغ من تبييضه في 12 شوال سنة 1351 هـ

(Adapun selesai menulis karya ini adalah pada 12 Syawwal tahun 1351 Hijri [bertepatan dengan 7 Februari 1933 Masehi]).

Baca Juga: Raudhah al-Hussab fi Amal al-Hisab Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karangan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau

Kitab Sullam al-Rajâ ini berkerabat dengan kitab Kâsyifah al-Sajâ karangan Syaikh Nawawi Banten (w. 1897) yang juga merupakan syarah teks Safînah al-Najâ. Dua kitab tersebut memiliki keistimewaan masing-masing. Kitab yang pertama (Sullam al-Rajâ), populer di kalangan pelajar Madrasah al-Shaulatiyyah di Mekah karena memang pengarangnya mengajar di institusi tersebut serta kitab karangannya dijadikan bahan acuan pelajaran di sana. Sementara kitab kedua, yaitu Kâsyifah al-Sajâ, yang merupakan karangan Syaikh Nawawi Banten, dikaji di hampir semua pesantren tradisional di Nusantara sebagai bahan utama acuan kajian fikih untuk kalangan pelajar pemula.

Selain Sullam al-Rajâ karangan Syaikh Utsman Tungkal dan Kâsyifah al-Sajâ karangan Syaikh Nawawi Banten, terdapat juga karya lain yang ditulis oleh ulama Nusantara dalam bahasa Arab yang merupakan pengembangan dari teks Safînah al-Najâ. Di antaranya adalah Nail al-Rajâ fî Manzhûmah Safînah al-Najâ karangan Syaikh Siraj Cirebon, yang kemudian disyarah oleh KH. Sahal Mahfuzh dengan judul Syarh Faidh al-Hijâ ‘alâ Nail al-Rajâ. Ada juga Tanwîr al-Hijâ fî Manzhûmah Safînah al-Najâ karangan Syaikh Ahmad Qusyairi b. Shidiiq Pasuruan, yang kemudian disyarah oleh Syaikh Muhammad ‘Alî b. Husain al-Mâlikî al-Makkî, mufti madzhab Maliki di Mekah, dengan judul Syarh Inârah al-Dujâ ‘alâ Tanwîr al-Hijâ.

Kitab Sullam al-Rajâ juga mendapatkan taqrîzh (semacam endorsement) dari tiga orang ulama besar Mekah, yaitu Syekh Hasan Fad’aq, Syaikh Abû Bakar b. Sâlim al-Bâr, dan Syaikh ‘Abdullâh b. Ahmad al-Haddâr.

Syekh Utsman Tungkal dilahirkan di Kampung Tungkal, Jambi, pada tahun 1320 Hijri (1903 Masehi). Ayahnya, Syekh Muhammad Sa’id, merupakan salah satu ulama terkemuka di kampung halamannya. Pada tahun 1336 Hijri, Syekh Muhammad Sa’id mengirimkan Utsman kecil untuk mendalami ilmu agama di Madrasah Nurul Islam di Tanjung Pasir, Jambi. Pada tahun 1341 Hijriah, Utsman muda pergi ke Mekah untuk naik haji dan melanjutkan pengembaraan ilmiahnya di kota suci itu.

Di Mekah, Syekh Utsman belajar di Madrasah al-Shaulatiyyah hingga lulus pada tahun 1348 H. Di antara kawan satu angkatan beliau di madrasah tersebut adalah Syekh Muhsin b. ‘Alî al-Musâwâ al-Falambânî, ulama asal Palembang yang kemudian mengajar di Masjidil Haram dan termasuk salah satu pendiri utama Madrasah Dâr al-‘Ulûm Mekah pada tahun 1936.

Di antara guru-guru Syaikh Utsman Tungkal di Mekah adalah Syekh Mukhtâr b. ‘Athârid al-Bughûrî al-Makkî (Syaikh Mukhtar Bogor), Syaikh Mahmûd Zuhdî al-Fathânî (Syaikh Mahmud Pattani), Syaikh ‘Abd al-Qâdir al-Mandailî (Syekh Abdul Qadir Mandailing Tua), Syaikh Hâsyim Syathâ, Syaikh ‘Umar Hamdân al-Mahrasî, Syaikh Habîbullâh al-Sinqîthî, Syaikh Hasan al-Masyâth, Syaikh Sa’îd al-Yamânî, Syaikh Hasan b. Sa’îd al-Yamânî, Syaikh ‘Alî b. Husain al-Mâlikî al-Makkî, dan lain-lain.

Syekh Utsman Tungkal kemudian mendapatkan lisensi untuk mengajar di beberapa madrasah di Mekah, seperti Madrasah al-Shaulatiyyah, Madrasah al-Fakhriyyah, Madrasah Dâr al-‘Ulûm, Madrasah al-Sa’diyyah, termasuk mengajar di Masjdil Haram.

Baca Juga: Maulana Syekh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi

Selain Sullam al-Rajâ, Syaikh Utsman Tungkal juga menulis beberapa karya lainnya, yang kesemuanya dalam bahasa Arab, seperti Manhaj al-Thullâb fî Fadhl al-‘Ilm wa al-Adâb dalam bidang ilmu pedagogik dan etika pendidikan, al-Jauhar al-Tsamîn fî Mâ ‘alâ al-‘Abd li Rabbinâ al-Mu’în dalam bidang teologi Islam (dua karya ini dicetak di Mesir pada tahun 1382 H), Bughyah al-Muhtâj bi Kull Mâ Yahtâj li Kull Mu’tamir wa Hâj dalam bidang panduan dan tata cara umrah dan haji, juga Arba’ûn Hadîtsa fî Ba’dh Mâ Yata’allaq bi al-Shalât wa al-Masâjid dalam bidang kajian hadis.

Bogor, Maret 2018

*Tulisan ini pernah dimuat di alif.id


Redaksi tarbiyahislamiyah.id menerima tulisan berupa esai, puisi dan cerpen. Naskah diketik rapi, mencantumkan biodata diri, dan dikirim ke email: redaksi.tarbiyahislamiyah@gmail.com

Ahmad Ginanjar Sya'ban
Ahmad Ginanjar Sya'ban 24 Articles
Dosen Pascasarjana UNUSIA Jakarta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*