Susupan dalam Sisipan ala Salafi

Upaya kelompok Salafi menyusupkan ajarannya ke kitab-kitab Aswaja bukan barang baru, sudah lama sekali. Tapi kini mereka membidik kitab yang paling sering digunakan oleh pengikut Mazhab Syafi’i, kitab Ianah Ath-Thalibin, Hasyiah dari kitab Fathul Mu’in yang dijadikan jenjang “Fikih Menengah”, dan hampir semua pesantren mengkajinya.

Keunggulan lain dari kitab Ianah Ath-Thalibin ini termasuk referensi yang paling banyak dijadikan rujukan dalam keputusan Bahtsul Masail. Sebab Muallif kitab tersebut wafat tahun 1302 H dan menjadi guru dari para Muassis NU.

Sebelum secara khusus kita bahas apa yang disisipkan dalam kitab Ianah Ath-Thalibin ada baiknya kita telusuri dulu model-model mereka dalam upaya menyusupkan ajarannya:

  1. Hadis

Di bidang hadis ini sepertinya yang paling banyak. Dapat kita jumpai catatan Syekh Albani yang mentakhrij kitab Bulughul Maram karya Al-Hafidz Ibnu Hajar, ketika hadis Qunut Subuh langsung dikomentari “Hadis Munkar”.

Baca Juga: Menyimak Salafi di Channel Youtube

Saat ngaji saya beri penjelasan kepada jamaah bahwa Imam Ibnu Hajar itu Mazhab Syafi’i, di kitab Raudhatul Muhadditsin Al-Hafidz Ibnu Hajar menilai hadis Qunut Subuh sebagai hadis Hasan, bukan dhaif apalagi Munkar.

  1. Akidah

Saya temukan langsung saat saya menelaah Fathul Bari, karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqallani, guna persiapan Kuliah Subuh yang secara khusus ngaji kitab Sahih Bukhari.

Pemberi Ta’liq adalah Syekh Bin Baz, Ketua Mufti Arab Saudi. Catatan yang beliau sisipkan bukan soal nama-nama Rijalul Hadis, tetapi ketika Al-Hafidz Ibnu Hajar menakwil hadis-hadis yang secara zahir menunjukkan Allah seolah memiliki sifat yang sama dengan manusia -karena Ibnu Hajar beraqidah Asy’ariyah- maka di catatan kaki Syekh Bin Baz menyalahkan takwil Al-Hafidz Ibnu Hajar dan diarahkan menjadi Tajsim.

  1. Fikih

Demikian pula dalam ilmu Fikih seperti karya-karya Imam Nawawi, diantaranya kitab Majmu’, Al-Adzkar dan Riyadhus Sholihin, terkait baca Qur’an di kuburan langsung divonis salah dalam catatan kaki yang mengatasnamakan Tahqiq.

Langkah Kongkrit

Sebenarnya mudah melacak susupan mereka ke dalam kitab-kitab klasik kita, yakni seputar amalan yang mereka kampanyekan sebagai syirik dan bidah. Itu saja. Baik yang terdapat dalam kitab Akidah, Hadis dan Fikih.

Baca Juga: alafi-Wahabi Tidak Memiliki Obat Penyakit Hati (Kajian K.H. Ma’ruf Khozin di Tanjuang Pati, 50 Kota)

Bentuk kongkritnya tidak lain dan tidak bukan adalah penguatan dalil-dalil Amaliah Aswaja.

• Kitab Ianah Ath-Thalibin menganjurkan ziarah ke makam para ulama, namun pentahqiq justru mengatakan perjalanan ziarah kubur adalah dilarang.

Ma'ruf Khozin
Alumni pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Aktif mengisi ceramah umum.