Saat ini situs judi slot online deposit dana adalah salah satu permainan yang sangat di minati di Indonesia.

Pertama sekali bila anda ingin merasakan mudahkan memperoleh uang dari nwmedicaltraininggroup tentus aja anda sangat di sarankan untuk bermain pada permainan kakek ya gengs.

Syekh Angku Labay Syukur

Syekh Angku Labay Syukur

Diantara banyaknya pemuka ataupun tokoh tarekat Naqsyabandiah dan Sammaniyah di Kabupaten Lima Puluh Kota / Kota Payakumbuh. Selian kedua tarekat itu eksistensi para pemuka tarekat Syattariyah juga mudah ditemukan. Dahulunya, tarekat Syattariyah pernah berkembang pula di Kabupaten dan Kota ini. Penulis dasarkan hal ini pada banyaknya temuan penulis berupa pusara ataupun dokumen-dokumen. Temuan ini juga diperkuat dengan sumber-sumber lisan yang tentu keabsahannya sangat-sangat dapat dicek kebenarannya. Temuan itu berisikan data yang dapat memperkuat bahwa tuan-tuan syekh yang bermuara pada tarekat Syattariyah. Keberadaan tuan-tuan syekh tersebut diperkirakan pada kisaran 1700-an hingga 1900-an awal.

Seperti yang terlihat di foto yang penulis sertakan kali ini, gubah/kubah tersebut merupakan salah satu makam daripada seorang alim yang terletak di daerah Koto Panjang, Kota Payakumbuh. Kubah makam ini  mahsyur dengan sebutan Baliau Tuan Syekh Angku Labay Syukur. Cerita  tentang beliau selalu menjadi buah bibir di masyarakat Koto Panjang dari generasi ke generasi.

Mengenai sejarah lengkap dari Tuan Syekh Labay sangatlah sulit untuk digali. Hal ini disebabkan surau yang menjadi tempat Angku Labay mendidik para salik dahulunya kini telah berubah menjadi mushala. Sifa dari pemakaian mushala inipun berlaku untuk umum, namun kemdian originalitas dari sumber utama surau tersebut itu menjadi sebuah problem awal dalam pengungkapan kisah dari Tuan Syekh Labay. Meskipun kesulitan menemukan jejak Tuan Syekh Labay masyarakat Koto Panjang pada umumnya sangat mahsyur.

Informasi dari tokoh masyarakat yang bermukim tidak jauh dari gubah makam tersebut menceritakan bahwasanya Syekh Angku Labay tersebut memiliki silsilah Tarekat Syattariyah kepada Tuan Syekh Burhanuddin Ulakan. Seperti diketahi, Syekh Burhanuddin ini merupakan salah satu tokoh penting tarekat Syattariyyah di Minangkabau.

Dalam kisahnya, Syekh Angku Labay Syukur dahulunya pernah meninggalkan negeri Koto Panjang untuk pergi ke Tanah Suci Makkah. Tak lama setelah ditinggalkannya seluruh padi yang ada saat itu di negeri Koto Panjang ampo (tidak berisi). Cerita ini diketahui turun temurun menjadi ingatan kolektif masyarakat Koto Panjang hingga saat sekarang ini.

Dinukilkan pula sebuah informasi dari salah seorang guru sepuh MTI Koto Panjang bahwa Tuan Syekh Bustami an-Naqsyabandi Koto Panjang yang wafat pada 1979 pernah menuturkan tentang Tuan Syekh Angku Labay Syukur tersebut. Menurut Syekg Bustami, Syekh Angku Labay ini merupakan seorang alim yang sangat teguh dalam beramal (sangat-sangat menjaga amalan sunnah) di samping perkara wajib juga tentunya. Dan berkat do’anya di tanah Makkah saat itu padi di Koto Panjang kembali berisi. Dan di dalam do’anya tersebut berisi permintaan agar supaya padi menjadi komoditas penghidupan utama masyarakat Koto Panjang tersebut.

Dilihat dari bentukan makam Tuan Syekh Labay Syukur ada beberapa kemiripan dari makam ulama Tarekat Syattariyah yang lainnya yang pernah penulis ziarahi. Makam itu merim dengan makam Tuan Syekh Angku Lakuang Karamaik Simpang Sugiran yang disinyalir juga pengampu ataupun tokoh Tarekat Syattariyah. Makam ini mirip pula dengan makam dari Tuan Syekh yang berada di Koto Baru Simalanggang (sampai kini namanya masih simpang siur) yang posisinya tidak jauh dari Polsek Payakumbuh. Dan masih banyak lagi kemiripan dengan makam-makam ulama tarekat Syattariyyah lainnya.[]

Habibur Rahman
Pecinta ulama dari Ranah Minang