Saat ini situs judi slot online deposit dana adalah salah satu permainan yang sangat di minati di Indonesia.

Pertama sekali bila anda ingin merasakan mudahkan memperoleh uang dari nwmedicaltraininggroup tentus aja anda sangat di sarankan untuk bermain pada permainan kakek ya gengs.

Syekh Damuri Angku Pandam, Ahli Zikir di Sudut Kota Payakumbuh

Syekh Damuri Angku Pandam, Ahli Zikir di Sudut Kota Payakumbuh

Minangkabau tak pernah kehabisan nama dalam hal mencetak tokoh-tokoh alim. Di sudut kota Payakumbuh dulunya ada seorang ulama yang sangat disegani yaitu Syekh Damuri Angku Pandam. Ulama yag ahli zikir. Beliau salah seorang ulama Tarekat Naqsyabandiah dan Sammaniyah. Ulama ini lahir pada tahun 1904 dan meninggal pada tahun 1978.

Untuk daerah Payakumbuh khususnya di Balai Godang, Koto Nan Gadang nama beliau dulunya sangat dikenal banyak orang. Kekhasyafan beliau sangatlah tajam. Kekhasayafan beliau tentu didiapat melaui ibadan dan zikir yang beliau wiridkan. berkat kekhasyafan beliau tak jarang beliau selalu mengetahui maksud daripada tamu yang datang kepada beliau.

Pernah disebutkan, ketika sungai atau Batang Agam airnya meluap. Ketika itu beliau hendak menyeberang untuk pergi ke ladang yang berada di seberang sungai, dengan sekejap mata entah dengan cara apa beliau melewati sungai tersebut, itulah yang kemudian membuat orang-orang di sekitar itu terheran-heran.

Beliau Syekh Damuri Angku Pandam memperoleh ijazah langsung dari Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim. Syekh Damuri merupakan teman dekat dari Syekh Mukhtar Angku Tanjuang.

Dalam penelusuran kali ini penulis juga menemukan ijazah dari Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim yang kondisinya sekarang cukup memprihatinkan karna dimakan usia, namun masih bisa dibaca. (Dan penulis sangat senang hati ini bisa melihat secara langsung tanda tangan dari Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim, dan memegang kertas ijazah tersebut menbuat saya gemetaran, kenapa tidak? Memegang salah satu kertas yang pernah dipegang oleh beliau, itu adalah suatu hal yang cukup luar biasa bagi saya).

Saya banyak berbincang dengan anak Syekh Damuri Angku Pandam yakni Buya Syafri Malin Bosa yang kini telah menginjak usia 84 tahun. Buya Syafri Malin Bosa seorang yang Tawadhu’, dan murid langsung dari Syekh H. Abdul Malik. Ini salah satu hal yang langka karena untuk murid dari Syekh H.Abdul Malik sendiri, sudah banyak yang telah berpulang, namun melihat keadaan dari Buya Syafri yang sehat walafiat membuat hati saya senang, semoga beliau selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT.

Habibur Rahman
Pecinta ulama dari Ranah Minang