Syekh Datuak H Karamaik

Syekh Datuak H Karamaik
Foto makamSyekh Datuak H. Karamaik /dok Penulis

Syekh Datuak H Karamaik ini memiliki surau yang bernama Surau Tuk Bukik. Beliau juga dikenal sebagai niniak moyang Chaniago Duo Lampi. Di antara peninggalan beliau yaitu: surau, sawah, al-Qur’an tulisan tangan berukuran setengah meter.

Ada salah satu infomasing yang menarik, ada yang mengatakan bahwa beliau merupakan pengamal tarekat Syattariah. Tarekat mu’tabarah yang termasuk diamalkan oleh masyarakat Minangkabau.

Di antara beberapa kekeramatan beliau yaitu di saat surau beliau terbakar al-Qur’an setengah meter tersebut terbang kisaran 500 meter menuju surau yang bernama surau Tuak Lopa, namun beberapa tahun yang lalu al-Qur’an tersebut di ambil alih oleh Dinas kebudayaan dan dibawa ke Padang.

Syekh Datuak H Karamaik hidup jauh sebelum masa Syekh Mudo Abdul Qadim. Bias dikatakan, tidak ada orang Belubus yang hidup di zaman sekarang yang pernah berjumpa dengan beliau.

Bagi yang hendak berziarah ke makam beliau, makamnya berlokasi di Belubus dekat dengan Menhir Belubus, di dekat tebing agak ke bawah.

Baca Juga: Syekh Muda Abdul Qadim Belubus

Meskipun beliau telah lama wafat tak jarang juga ada beberapa orang yang pernah melihat beliau, baik itu di dalam mimpi/secara bathiniyah.

Sudah dipastikan bahwa Minangkabau adalah gudang ulama sufi, itu bukanlah sebuah omong kosong belaka. Itu sudah dibuktikan oleh para ulama-ulama terdahulu baik itu tentang kekeramatannya ataupun peninggalannya.

Semoga keberkahanya meliputi kita semua, amin, Allahumma Amin.

Ditulis oleh : Habibur Rahman

Habibur Rahman
Pecinta ulama dari Ranah Minang