Tajdid yang Membumi: Alasan Mengapa Syekh al-Buthi Penting bagi Anak Siak dan Santri

Tajdid yang Membumi Alasan Mengapa Syekh al-Buthi

Syekh al-Buthi

Oleh: Fauzan Inzaghi

Kalau ingin melihat bagaimana tajdid bacalah Fiqh Sirah Syekh al-Buthi. Bagaimana Sirah Nabawiyah yang isinya masih seperti dahulu, tapi dengan bahasa yang bisa menjawab tantangan zaman dan pemaknaan yang nyata.

Jika ingin melihat bentuk tajdid bacalah Kubra Yaqiniyat, Syekh al-Buthi, bagaimana ilmu kalam yang selama ini mulai dianggap remeh mulai menjadi idola lagi, bagaimana akidah yang isinya sama bisa mengkonter pemikiran yang ada di zaman ini sehingga tidak lagi berbicara tentang masalah abad ke 5 hijriah

Jika ingin melihat tajdid dalam agama bacalah Hikam Ataiyah Syarah, Syekh al-Buthi, bagaimana ilmu tasawuf yang mulai menjauh dari kehidupan masyarakat dan seolah di alam lain, tampil begitu modern, mudah dipahami oleh awam dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Jika ingin melihat tajdid dalam sejarah hidup seseorang maka lihatlah bagaimana dakwah Syekh al-Buthi ketika hidupnya, perpaduan antara seorang akademisi dan darwish, profesor dan ulama, penasihat umara dan umat, pengkritik yang salah dan mencintai mereka, pengajian didengar muslim dan non Muslim tanpa perlu basa-basi apalagi menutupi apa yang dianggapnya benar, berdakwah dari buku dan mimbar, dari masjid dan televisi, update hampir semua masalah, idola anak muda dan penyambung lidah yang tua, ahli zikir dan ahli filsafat, alim syariat dan pemikir besar, ulama dan negarawan. Berpegang pada turats tapi bisa memperbaiki masalah kontemporer. Menulis Syarah Hikam, tasawuf dan filsafat matrealis, penyair dan imam.

Jika ingin melihat bagaimana tajdid bagi orang meninggal lihatlah Syekh al-Buthi, bagaimana meninggal untuk mempertahankan kebenaran, bagaimana meninggalnya beliau bisa mempengaruhi pemikiran orang lain tentang pemahaman yang salah dan salah satu bid’ah besar abad ini tentang Islam politik, betapa banyak pandangan dunia Islam berubah drastis pada Islam politik setelah kejadian itu.

Begitulah beberapa bentuk tajdid.

Baca Juga: Menimbang Maqashid Syari’ah sebagai Metodologi

Baca Juga: Prof. Dr. Nuruddin ‘Itr al-Hanafi al-Hasani Muhaddist Negeri Syam


Oleh: Fakhry Emil Habib

Landasan tajdid adalah ilmu. Dan saya tak ragu sampaikan, bahwa penggawa tajdid abad ini adalah Syahid al-Mimbar Syekh Prof. Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

Satu hal yang paling membekas bagi saya adalah saat banyak ulama dunia membakar semangat rakyat Suriah untuk mengudeta Presiden, namun beliau yang memahami kondisi, mengetahui perbandingan kekuatan pemerintah dan rakyat, serta paham potensi intervensi negara lain dalam konflik internal negaranya berfatwa sebaliknya: jangan kudeta. Tapi rakyat malah lebih mendengar fatwa ulama luar dari pada fatwa ulama negerinya sendiri. Lihatlah Suriah sekarang, bertahun-tahun konflik dan tak kunjung reda. Justru semakin kusut saat Amerika, Rusia dan banyak negara asing ikut campur. Itulah karamah, beliau tahu apa yang tidak kita tahu.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

اللهم اجعلنا سالكين نهجه

Fauzan Inzaghi & Fakhry Emil Habib
Fauzan Inzaghi & Fakhry Emil Habib 1 Article
Fauzan Inzaghi & Fakhry Emil Habib

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*