Tarbiyah-Perti Rejang Lebong Seminarkan Moderasi Adat dan Syarak

Tarbiyah-Perti Rejang Lebong Seminarkan Moderasi Adat dan Syarak
Tarbiyah-Perti Seminar diagendakan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 13.30 – 16.00 WIB, via Zoom Meeting ID: 975 2506 8722 Passcode: tarbiyah92

Tarbiyah-Perti Rejang Lebong

Dalam rangka memperingati 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengadakan kegiatan webinar. Seminar ini dipersembahkan oleh Majelis Pakar PC Tarbiyah-Perti RL dan didukung oleh Yayasan Tarbiyah Rejang Lebong (YTRL). Seminar diagendakan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 13.30 – 16.00 WIB, via Zoom Meeting ID: 975 2506 8722 Passcode: tarbiyah92

Seminar juga sekaligus memperingati 50 tahun wafatnya Inyiak Canduang, Maulana Syekh Sulaiman Arrasuli, salah satu pendiri Tarbiyah-Perti yang tengah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dan 92 tahun berdirinya organisasi Tarbiyah-Perti. Atas dasar itu semua, seminar mengetengahkan tema 92 tahun Persatuan Tarbiyah Islamiyah menginspirasi moderasi adat & syarak di Nusantara.

Pertalian adat dan syarak adalah salah satu inti yang khas diajarkan oleh Inyiak Canduang dan teman-teman seperjuangannya. Digerakkan melalui Madrasah Tarbiyah Islamiyah dan dikembangkan melalui organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah sejak 92 tahun yang lalu.

Baca Juga: Milad Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI): Mengingat Kembali Jalan Keilmuan Kita

Inti dari gerakan ini adalah dialog adat Nusantara yang sangat lokal dan multikultural dengan syarak Islam yang sangat universal. Sehingga terciptalah peradaban masyarakat yang kosmopolitan. Yang di antaranya Pancasila sebagai kesadaran Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika adat dan syarak masing-masing bersifat statis, tidak cair, maka sulit kiranya dicapai kehidupan bangsa Indonesia yang harmonis. “Perjuangan mendialogkan agar terjadinya situasi dan kondisi harmonis yang saling menguatkan antara adat dan syarak di dalam masyarakat Nusantara itulah yang kami pandang sebagai inspirasi moderasi Inyiak Canduang” terang Ketua Majelis Pakar PC Tarbiyah-Perti RL, Dr. Hendra Harmi.

Peradaban masyarakat yang begitu beragam tetapi teguh bersatu sebagai bangsa Indonesia, lanjut alumni MTI Canduang ini, memang anugerah terbesar di Nusantara bahkan dunia. Namun, jika tidak dirawat dan ditumbuhkembangkan apalagi menghadapi disrupsi informasi di era revolusi 4.0 akan menjadi ancaman besar bagi ketahanan nasional bahkan global. “Maka identifikasi gerakan para tokoh pendahulu bangsa termasuk di dalamnya moderasi model Inyiak Canduang ini sangat diperlukan,” tegas Datuak yang pernah menjadi Pembantu Rektor I IAIN Curup ini.

Oleh karena itu, dalam rangka mengidentifikasi inspirasi gerakan moderasi adat dan syarak di Nusantara model Inyiak Canduang ini, PC Tarbiyah-Perti RL akan mengulas subtema berikut. Pertama tentang literasi moderasi adat dan syarak di Nusantara: perspektif filologi dan sejarah peradaban Minangkabau. Ini akan diulas oleh Apria Putra, MA., (Dosen IAIN Bukittinggi & Penulis Buku Bibliografi Karya Ulama Minangkabau Awal Abad XX).

Kedua tentang pengaruh moderasi adat & syarak Ranah Minang di Renah Rejang. Hal ini akan diulas oleh Dr. H. Ahmad Dibul Amda (Dosen IAIN Curup & Wakil Ketua Majelis Pakar PC Tarbiyah-Perti RL). Ketiga tentang Inyiak Canduang penggerak literasi moderasi adat & syarak di Nusantara. Hal ini akan diulas oleh Inyiak Ridwan Muzir (Pengasuh Surau Tuo Institute Yogyakarta & Alumni MTI Canduang). Keempat tentang Madrasah Tarbiyah Islamiyah lokomotif literasi moderasi adat & syarak di Nusantara. Akan diulas oleh Dr. H. Syukri Iska (Dosen IAIN Batusangkar & Ketua Yayasan Syaikh Sulaiman Arrasuli).

Baca Juga: Tarbiyah Kembangkan Kain Besurek Bengkulu

Sementara itu, terkait kesiapan teknis acara seminar, Ketua YTRL, Edi Supriyanto, M.Pd.I, menyatakan pihaknya berharap agar seminar dapat terselenggara semaksimal mungkin. “Ya, meskipun dengan kesiapan yang serba terbatas kita ingin sukses seperti kegiatan Halal Bihalal Online kemaren. Sebab, selain bentuk nyata gerakan organisasi, juga penting bagi proses pembinaan ketenagaan di lingkungan Yayasan. Sebab mayoritas guru dan pegawai Yayasan, masih membutuhkan pembinaan nilai-nilai ketarbiyahan. Acara ini tentu sangat banyak nilai perjuangannya,” pungkas guru SMAN 1 Curup yang sukses sewaktu memimpin SMA Tamansiswa Curup ini.

Reporter by: DMS. Harby

D.M.S. Harby
D.M.S. Harby 12 Articles
Tulisan diolah dari berbagai sumber. Penulis adalah alumni Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah (MITI) Pasar Baru Curup, MTs. Pondok Pesantren Arrahmah Air Meles Atas Curup, MAK Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur dan Kepala Sekolah Dasar Tarbiyah Islamiyah (SDTI) Curup 2015-2017. Kini Ketua Ikatan Alumni PPNH Sukaraja, Ketua PC Tarbiyah-Perti RL dan Ketua Pembina Yayasan Tarbiyah Rejang Lebong (YTRL).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*