Ulama Jambi, Permata Tanjung Jabung Timur, al-Maghfurlah KH. Syamsudin Ahmad (1940 – 2011)

Ulama Jambi, Permata Tanjung Jabung Timur, al-Maghfurlah KH. Syamsudin Ahmad (1940 - 2011)
Foto Dok. Penulis

KH. Syamsudin Ahmad

Oleh: Angga Ade Saputra Al-Jambi

Beliau adalah al-Maghfurlah KH. Syamsudin Ahmad seorang ulama yang memiliki peran besar dalam perjuangan dan pengembangan agama Islam dan thariqah khusunya di provinsi Jambi dan sekitarnya.

Beliau lahir di Jombang pada tanggal 11 mei 1940 M di. Beliau mengikuti bai’at thariqah kepada al-Mursyid DR. KH. Musta’in Ramly pada tahun 1963 M.

Pada tahun 1976 M beliau hijrah ke Sumatra yaitu Provinsi Jambi ke wilayah yang saat ini dikenal dengan wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Alhamdulillah dengan dukungan masyarakat dan tokoh masyarakat maka pada tahun 1977 berdirilah sebuah lembaga pendidikan pesantren yang bernama “Miftahul Ulum” yang kemudian pada tahun 1981 berubah nama menjadi “Al-Hidayah” yang kemudian di resmikan oleh DR. KH Musta’in Ramly pada saat kunjungan beliau ke Jambi pada hari Senin 22 Oktober 1984.

BacanJuga: Teungku Din Affany; Ulama Samatiga dan Murid Abu Syech Mud Blangpidie

Pada tahun 1982 beliau mendapatkan izin dari guru beliau Al-Mursyid DR. KH. Musta’in Romly untuk mengembangkan dan membina Thariqah Qadiriyah wan Naqsabandiyah dan Alhamdulillah sejak saat itu perkembangan thariqah di wilayah provinsi Jambi hingga ke provinsi provinsi sekitar dari tahun ke tahun mengalami perkembangan dan peningkatan.

Amalan yang paling beliau sukai menurut keterangan dzuriyah beliau adalah “Istighasah” yang disusun oleh Al-Mursyid KH. Muhammad Romly Tamim yang mana di dalamnya terdapat tambahan dari putra beliau yaitu KH. Mustain Romly, atas ijazah dari mertua beliau yaitu KH. Wahab bin Hasbullah Tambak Beras. Yang mana saat ini “Istighasah” menjadi amalan rutin yang dibaca oleh para santri di pondok yang beliau dirikan yaitu Pondok Pesantren Al-Hidayah Rantau Rasau.

Baca Juga: Ulama Jambi; Permata Tanjung Jabung Timur, Syekh Muhammad Arifin Bin Khumaini Banafi’ (1891-1961)

Setelah beliau wafat tepatnya pada hari selasa (Pon) 2011 maka perjuangan beliau dalam pengembangan dan pembinaan thariqah dilanjutkan oleh putra beliau yaitu Kiai Ahmad Dahlan Syam dan untuk penerus perjuangan pondok pesantren adalah putra beliau Kiai Ahmad Dahlan Syam dan Gus Muhammad Nur Sholeh (Gus Sholeh).

Semoga kita bisa dikumpulkan bersama beliau dan biografi beliau bisa menjadi motivasi bagi kita untuk semakin giat mendalami ilmu agama, Aamien Allahumma Aamien. 

Wallahu a’lam

Ahad, 19 September 2021

Al-Faqir Angga Ade Saputra.

Angga Ade Saputra Al-Jambi
Angga Ade Saputra seorang Penelusur dan penulis sanad keilmuan ulama Jambi