Zikir dengan Menggerakkan Kepala

Zikir dengan Menggerakkan Kepala
Foto Dokumen Penulis

Zikir dengan Menggerakkan Kepala

Ada banyak kesamaan Aswaja di Tanah Minang ini dengan NU. Di antaranya pengamal Tarekat. Banyak sekali jenis tarekat yang diajarkan di surau-surau. Pagi ini pun saya menjelaskan tentang penyakit hati, tasawuf dan tarekat. Pada sesi tanya jawab ada yang bertanya soal zikir dengan menggerakkan kepala, adakah dalilnya?

Banyak dari ulama dan kiai kita saat berzikir menggerakkan kepala, ke kanan dan ke kiri, baik saat zikir Thariqah maupun Majlis Zikir. Ada yang mengatakan bidah, tidak ada contohnya dari Nabi dan lainnya.

Baca Juga: Bertarekat, Perlukah?

Kita temukan riwayat para Sahabat melakukan hal tersebut, seperti yang disampaikan dua ulama ahli hadis dan ahli sejarah, Al-Hafidz Ibnu Katsir dan Al-Hafidz Ibnu Jauzi:

ﻭاﻟﻠﻪ ﻟﻘﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻤﺎ ﺃﺭﻯ اﻟﻴﻮﻡ ﺷﻴﺌﺎ ﻳﺸﺒﻬﻬﻢ، ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﺼﺒﺤﻮﻥ ﺻﻔﺮا ﺷﻌﺜﺎ ﻏﺒﺮا ﺑﻴﻦ ﺃﻋﻴﻨﻬﻢ ﻛﺄﻣﺜﺎﻝ ﺭﻛﺐ اﻟﻤﻌﺰﻯ، ﻗﺪ ﺑﺎﺗﻮا ﻟﻠﻪ ﺳﺠﺪا ﻭﻗﻴﺎﻣﺎ ﻳﺘﻠﻮﻥ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻠﻪ ﻳﺘﺮاﻭﺣﻮﻥ ﺑﻴﻦ ﺟﺒﺎﻫﻬﻢ ﻭﺃﻗﺪاﻣﻬﻢ، ﻓﺈﺫا ﺃﺻﺒﺤﻮا ﻓﺬﻛﺮﻭا اﻟﻠﻪ ﻣﺎﺩﻭا ﻛﻤﺎ ﻳﻤﻴﺪ اﻟﺸﺠﺮ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﺮﻳﺢ

Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata: “Demi Allah, sungguh aku telah melihat para sahabat Nabi Muhammad. Tidak ku lihat hari ini sesuatu yang menyerupai mereka. Sungguh para sahabat telah terlihat di pagi hari dalam keadaan rambut acak-acakan, diantara kedua mata mereka seperti lutut kambing, mereka telah bermalam karena Allah, mereka bersujud, mereka bangun ibadah, membaca Alquran dan mereka istirahat diantara dahi dan kaki mereka. Jika mereka telah bangun di pagi hari mereka berzikir kepada Allah dengan bergerak seperti pohon yang bergerak di saat angin kencang” (Al-Bidayah wa An-Nihayah 8/7 da Sifat Ash-Shafwah 1/124)

Baca Juga: Masyayikh Tarekat (#1): Abu Bakar ash-Shiddiq (w. 13 H./634 M.)

Jadi sebenarnya mereka yang menuduh bidah itu tidak pernah zikir banyak dan lama. Coba mereka ajak zikir lama (seperti perintah Allah dalam Al-Ahzab 41) tanpa menggerakkan kepala, insyaallah tidak lama lehernya akan terasa nyeri otot.

Terima kasih sudah ditemani oleh Ust Fakhry Emil Habib

Ma'ruf Khozin
Ma'ruf Khozin 7 Articles
Alumni pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Aktif mengisi ceramah umum.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*